Surabaya (beritajatim.com) – Seiring berkembangnya Covid-19 Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya memberi masyarakat kota pahlawan beberapa pesan.
Dinkes mengimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, RS, puskesmas maupun klinik jika merasa kontak dengan pasien yang terkonfirmasi Covid-19.
Termasuk bila mengalami gejala seperti batuk kering, pilek, demam lebih dari 38 derajat celcius dan nyeri telan.
“Memastikan setiap pasien yang terkonfirmasi COVID-19 beserta kontak eratnya agar melaksanakan isolasi maupun karantina mandiri dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Dinkes) meningkatkan upaya 3T (Tracing, Testing dan Treatment) secara konsisten dan terintegrasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina, Senin (11/12/2023).
Baca Juga: Gerombolan Remaja Hadang Kendaraan di Suramadu Ancam Keselamatan Pengedara
Dinkes akan mengoptimalkan juga vaksinasi untuk seluruh sasaran yang belum tervaksin berbasis wilayah. Meningkatkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) termasuk komunikasi risiko atau sosialisasi tentang pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19, serta penerapan protokol kesehatan secara disiplin untuk menurunkan risiko penularan bagi masyarakat.
Apalagi saat masa libur panjang Nataru nanti, pemkot mengimbau warga Surabaya yang bepergian ke luar negeri segera melengkapi vaksinasi Covid-19 hingga booster ke-2.
“Apabila setelah melakukan perjalanan dari negara terjangkit mengalami gejala COVID-19 maka segera melapor dan berobat ke Fasyankes terdekat,” ujar Nanik.
Sepulang dari luar negeri, belum ada kewajiban menjalankan karantina seperti yang berlaku saat pandemi.
Baca Juga: Bunuh Mahasiswi Ubaya, Rochmad Ali Dituntut 19 Tahun
“Setelah Keppres No.17 Tahun 2023 Tentang Penetapan Berakhirnya Status Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia diterbitkan, hingga saat ini masih belum ada himbauan dari Kementerian Kesehatan terkait hal tersebut,” kata Nanik.
“Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan kewaspadaan dini terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB atau wabah salah satunya adalah Covid-19,” sambungnya.
Berdasarkan data dashboard SATUSEHAT, total capaian vaksinasi pertanggal 5 Desember 2023 adalah 2.489.126 sasaran. Capaian dosis 1 ada 3.015.254 (121,14%), dosis 2 ada 2.878.786 (115,65%), dosis 3 ada 1.295.075 (66,42%) dan dosis 4 ada 196.227 (10,06%). [asg/ian]






