Surabaya (beritajatim.com) – Kejadian mengejutkan datang dari Jambi pada Minggu lalu (23/10) yakni seekor ular piton sepanjang 22 kaki di Indonesia menelan seorang nenek utuh, dan banyak rekaman amatir yang menunjukkan saat jenazahnya ditemukan di dalam ular yang terbelah.
Menurut polisi, pencarian dimulai setelah korban, Jahrah, 54 tahun, tidak pulang setelah mengumpulkan karet dari perkebunan di wilayah Jambi pada hari Minggu. Menurut Kapolsek Betara Jambi AKP Herafa, meski sudah digeledah sang suami, ia hanya menemukan sandal, jaket, jilbab, dan pisau milik istrinya. Keesokan harinya, dia kembali ke tempat yang sama dengan regu pencari dan, menurut pihak berwenang, menemukan ular besar dengan bagian tengah yang kembung di mana ia makan makanan yang cukup besar.
Rekaman amatir yang lain menunjukkan seorang sukarelawan dengan hati-hati menjepit kepala ular itu ke bawah dengan cabang ketika yang lain mulai memukulnya di atas wilayah yang melebar. Video menyedihkan itu kemudian menunjukkan penduduk desa dengan hati-hati merobeknya, mengungkapkan apa yang diyakini pihak berwenang sebagai tubuh nenek yang hilang yang dikunyah.
“Semua orang tercengang,” kata Anto, kepala desa Terjun Gajah setempat, kepada ViralPress. “Ternyata wanita yang kami cari ada di dalam perut ular.”
Anto memperkirakan setidaknya butuh dua jam bagi ular untuk menggigit Jahrah, melingkari dan mencekiknya sebelum menelannya.
Anto mengklaim itu bahkan bukan rekor untuk wilayah di mana ular piton berukuran 27 kaki atau setara dengan 6 meter ini sebelumnya pernah terlihat. Pejabat itu mengklaim bahwa karena melarikan diri, penduduk sekarang “khawatir ular yang lebih besar masih ada di hutan.”
Bahkan kejadian ini pun menjadi sorotan oleh media internasional seperti Indiatimes.com, New York Post, The Telegraph, BBC News dan beberapa media lainnya. Media sosial seperti Twitter pun ramai membicarakan kejadian ini.
“Apa ada cara untuk menghindari ular?” tanya seorang warganet.
“Sungguh hutan Indonesia masih luar biasa rimba, ada banyak ular dan hewan buas disana,” komentar lainnya.
“Semoga nenek diterima di sisi-Nya,” tulis warganet.
“Berapa skala menyakitkan ditelan hidup-hidup oleh ular phyton, aku tak sanggup membayangkannya,” timpal yang lainnya. [adg/beq]







