Surabaya (beritajatim.com) – Beredar luas video tentang tali nilon yang dipasang orang tidak bertanggung jawab di Jembatan Suramadu arah Madura-Surabaya. Tali nilon itu diduga untuk aksi pembegalan dan untuk menjebak pengendara yang melintas.
Video tersebut pun viral di media sosial dan mengundang komentar warganet. Dalam video berdurasi 25 detik itu, tampak seorang petugas yang sedang berupaya memotong tali nilon dengan menggunakan benda tajam.
“Ditemukan oknum memasang Tali Nilon di Jembatan Suramadu pada 4 Januari 2025 kemarin. Tali nilon tersebut dipasang seukuran leher orang dewasa,” tulis akun instagram @info_surabaya di caption, Minggu (5/1/2025).
Anggota Komisi D DPRD Jatim yang berasal dari Dapil Madura, Harisandi Savari kepada beritajatim.com, Senin (6/1/2025) mengatakan, dirinya sangat menyayangkan adanya tali nilon yang dipasang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab soal keselamatan pengendara motor di sisi Jembatan Suramadu arah Madura-Surabaya.
“Ini tentu sangat membahayakan pengendara motor yang melintas. Oleh sebab itu, kami akan segera menyampaikan kejadian ini kepada pihak terkait untuk secepatnya memasang CCTV agar pengawasan Jembatan Suramadu bisa maksimal. Ke depan, kami akan terus berkoordinasi bagaimana pihak-pihak terkait bisa menjamin keselamatan pengendara. Sehingga, pengendara bisa aman. Teknisnya akan dibahas lebih lanjut,” tegas Harisandi, yang dulunya jurnalis media online di Pamekasan ini.
Bendahara Fraksi PKS DPRD Jatim ini mendengar banyak harapan dari masyarakat Madura yang menginginkan agar tiket tol Jembatan Suramadu bisa diaktifkan kembali. “Mereka berbicara bukan tanpa alasan. Selain karena tujuannya adalah keamanan, hal yg lebih penting adalah pengawasan dan pemeliharaan tol Jembatan Suramadu bisa maksimal,” tukasnya.
“Mereka khawatir Jembatan Suramadu tidak dirawat, sehingga berbahaya bagi pengguna. Jadi, dengan adanya tarif tol jembatan, masyarakat berpikir uang dari tiket masuk bisa diperuntukkan untuk pengawasan dan pemeliharaan. Sehingga, ada rasa aman berkendara di Jembatan Suramadu,” pungkasnya. [tok/aje]







