Malang (beritajatim.com) – Viral di media sosial seorang mahasiswi di Malang membagikan pengalaman horornya ketika di lift kampus. Ia juga sempat merekam pengalamannya melalui akun TikTok.
Hingga tulisan ini dibuat, video yang dibagikan melalui akun @hyuxyzzz sudah ditonton 5,9 juta.Video tersebut menampilkan mahasiswi di sebuah gedung.
Ia memperlihatkan momen menyeramkan saat hendak pulang dari kampus setelah magrib. Dalam unggahan tersebut, wanita ini terlihat biasa saja saat memasuki lift sendirian.
Wanita ini mengatakan bahwa ia berada di lift kampus Universitas Malang. Hari sudah maghrib, dengan suasana hening karena turun hujan.
Ia berusaha naik ke lantai 3 untuk mencari colokan listrik. Awalnya dia mencari di lantai 1, tetapi karena penuh mahasiswa yang menunggu hujan reda, ia naik lift ke lantai 3.
Saat pintu lift terbuka, di lantai tersebut terlihat sangat sepi. Si perempuan kembali ke lift, ia pun ingin kembali ke lantai satu dan menekan angka 1.
Namun lift naik hingga lantai 7 yang merupakan area tertinggi di gedung itu. Padahal mahasiswi berkerudung hitam ini mengaku tak menekan tombol lantai 7. Rasa takut pun semakin menjadi setelah disambut ruangan yang gelap di lantai 7.
Terkait kejadian tersebut, Kasubdit Sarpras UM, Faul Hidayatun Nafiq membenarkan bahwa video tersebut diambil di salah satu Gedung Kuliah Bersama (GKB) UM. Namun, tidak begitu jelas tepatnya, antara GKB A19 dan A20.
Faul, sapaannya, menjelaskan bahwa lift di area GKB yang menuju ke lantai 2 dan dan lantai 3 memang selalu dikunci. Lift dikunci dengan harapan dosen dan mahasiswa bisa sehat melalui jalan kaki dan meminimalisir penggunaan frekuensi lift dengan naik tangga.
“Untuk di GKB lantai 2 dan 3 dinonaktifkan dengan harapan dosen dan mahasiswa bisa sehat jalan kaki, meminimal penggunaan frekuensi lift lebih sehat naik tangga. Di GKB juga sudah ada himbauannya untuk lantai 2 dan 3 diakses dengan jalan kaki,” ungkapnya.

Postingan seorang mahasiswi tersebut tidak bisa dikatakan pengalaman horor. Menurut Faul, bisa jadi mahasiswi bersangkutan tidak memperhatikan tangga naik atau turun atau salah salah menekan tombol sehingga secara otomatis naik ke lantai 7.
“Tidak itu bukan hal hal yang tidak masuk akal. Bisa juga kalau nyala terus, sistemnya gagal. Contohnya lift barang di gedung Rektorat, ditekan angka 5 itu gabisa, pada lantai 5 itu boleh diakses, tapi sistemnya yang gabisa. Jadi itu bukan ada horor,”
Faul menyatakan, sejauh ini belum ada keluhan secara formal masuk ke pihaknya. Ada keluhan karena capek naik tangga capek.
“Untuk kebijakan jalan kaki ini dari pusat, kebijakan Rektor. Bahkan di rektorat tombol dua dimatikan, dengan harapan lebih sehat jalan kaki. Yang protes ke saya soal itu ya banyak,” ungkapnya.
Baca Juga: UIN Malang Undang 93 Desa yang Bakal Ditempati KKM 2024
Faul menambahkan bahwa perkuliahan di UM biasanya berakhir pukul 16.30. Sebenarnya gedung bisa digunakan hingga malam, pukul 19.30, tetapi jarang digunakan.
Jika gedung kosong, maka satpam akan mematikan lampu. Jam ke-10 atau jam 16.30 lampu dimatikan, satpam mematikan dari area atas ke bawah. Pihaknya juga tidak melayani penggunaan ruang di luar jadwal yang ada.
Dengan adanya kejadian ini Sarpras UM akan melakukan evaluasi untuk pengecekan lebih lanjut. “Kami cek secara berkala. Antisipasi, software yang bisa jadi error, meskipun yang digunakan hardwarenya, software bisa saja error,” katanya menutup. (dan/ted)






