Surabaya (beritajatim.com) – Viral pesan suara (voice note) berdurasi 1.20 menit di media sosial Whatsapp yang menyebutkan ada percobaan penculikan anak di sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Wiyung.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana menyebutkan jika pesan tersebut adalah hoaks untuk menakut-nakuti warga Surabaya. Hal itu dipastikan usai Bhabinkamtibmas Polsek Wiyung mengkonfirmasi kepada sekolah terkait.
Dihubungi beritajatim.com, Mirzal mengatakan jika sampai saat ini tidak ada laporan masuk ke Polsek Wiyung maupun Polrestabes Surabaya dan bukti pendukung percobaan penculikan di lokasi yang disebutkan dalam pesan suara tersebut.
“Nihil laporan. Pihak Bhabinkamtibmas juga sudah ke sekolah terkait dan konfirmasi,” ujar Mirzal, Selasa (31/01/2023).
Mirzal menghimbau agar masyarakat tidak mudah panik dan malah menyebarkan pesan hoaks terkait isu penculikan anak yang meresahkan warga kota Surabaya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”penculikan-anak”]
Menurutnya, anak harus diajari untuk tidak percaya dan mudah mengiyakan ajakan dari orang yang tidak dikenal. Selain itu, orang tua juga harus meningkatkan pengawasan kepada anak utamanya saat anak berada di luar rumah.
“Saya menghimbau juga agar tidak memberikan perhiasan yang berlebih kepada anak yang justru bisa memancing kejahatan,” tegas Mirzal.
Menurut MIrzal, kewaspadaan masyarakat memang harus ditingkatkan. Namun, jangan sampai pesan hoaks dapat menakut-nakuti masyarakat. Ia menegaskan jika melihat orang yang mencurigakan agar tidak sungkan melapor ke RT/RW maupun petugas Polsek dan Polrestabes Surabaya di nomor 110 atau call center 112.
“Kami pasti akan melayani dan merespon setiap informasi yang masuk untuk memastikan kondusifitas kota Surabaya terjaga,” pungkas Mirzal. (ang/ted)






