Magetan (beritajatim.com) – Sejumlah orang tua di Magetan, Jawa Timur resah imbas adanya video viral yang merekam seorang pemuda yang menghancurkan motor matic. Dalam caption video berdurasi satu menit itu dituliskan, pemuda berjaket hitam itu menghancurkan motor matic karena tak dibelikan motor trail.
Lokasi pengambilan video itu di depan salah satu dealer motor wilayah Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Dalam video terlihat seorang pemuda dengan pria yang berdiri di dekatnya. Pria itu terlihat pasrah saat si pemuda menghancurkan motor matic.
Sontak, video itu langsung mengundang respons netizen. Kebanyakan netizen mengira jika video itu adalah kejadian nyata. Namun, usut punya usut, video itu adalah salah satu adegan yang diperankan oleh talent untuk keperluan konten di media sosial semata.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/amankan-truk-pelangsir-solar-polres-magetan-nunggu-sample-bbm-diambil-untuk-uji-lab/
Namun, sejumlah orang tua di Magetan terlanjur resah imbas video tersebut. Mereka was-was jika video itu bakal ditiru oleh anak-anak. Lantaran, video itu sudah viral di sejumlah media sosial.
“Narasi video viral ini menyesatkan. Saya sampai tanya ke tetangga yang rumahnya deket dealer itu, apa bener ada yang hancurkan motor. Tapi, ternyata cuma konten. Konten seperti ini berbahaya, karena berpotensi ditiru anak-anak, karena sudah berseliweran di beberapa platform media sosial,” kata Haryono, salah seorang warga Magetan, Jumat (26/05/23).
Pun, Eko salah seorang pegawai dealer tempat video itu direkam mengatakan jika itu memang murni konten atau bukan kejadian sebenarnya. Pun video yang terekam itu adalah salah satu adegan dalam konten saja. “Bukan beneran itu, Mbak. Itu hanya untuk konten saja. Rencananya ada salah seorang konten kreator yang mau launching karya itu nanti. Tapi, itu bukan kejadian sebenarnya. Itu murni konten,” jelas Eko.
Masyarakat mengharap pihak yang bersangkutan segera meluruskan informasi yang beredar luas di media sosial tersebut. Terlebih, netizen sudah salah paham karena mayoritas mereka menganggap itu kejadian nyata. [fiq/kun]






