Jakarta (beritajatim.com) – Menko PMK (Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Muhadjir Effendy mengirim bantuan secara langsung kepada Republik Vanuatu. Bantuan kemanusiaan ini disalurkan lantaran Vanuatu dilanda bencana alam badai Siklon Judy dan Kevin awal Maret 2023 lalu.
Muhadjir tiba di Vanuatu pada Rabu (10/5/2023) sekitar pukul 11.20 waktu setempat. Dalam lawatan tersebut, Muhadjir bersama Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letjen TNI Suharyanto, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono.
Kedatangan Muhadjir bersama rombongan diterima secara langsung oleh Perdana Menteri Vanuatu Ishmael Kalsakau bersama Menlu Jotham Napat serta sejumlah pejabat. Penyambutan berlangsung hangat dan penuh persahabatan.
“Tadi saya membicarakan lebih lanjut secara teknis bagaimana distribusi bantuan maupun rehabilitasi gedung VIP Bandara Vanuatu yang sudah menjadi komitmen dan atas persetujuan Bapak Presiden (Joko Widodo) juga untuk kita segera lakukan perbaikan,” ujar Muhadjir.
Baca Juga:
Pengamat Nilai Muhadjir Berpotensi Ulang Sejarah Budiono
Muhadjir berharap kerja sama antara Indonesia dengan Vanuatu semakin meningkat di masa depan. Tidak sebatas bantuan kemanusian namun juga terkait persoalan ekonomi.
“Tadi juga pembicaraan saya dengan Menteri Luar Negeri Vanuatu, mereka berharap agar kerja sama Republik Vanuatu dengan Indonesia akan makin meningkat di masa depan, tidak hanya terbatas pada bantuan-bantuan kemanusiaan dan atas nama persaudaraan antara rakyat Vanuatu dan Indonesia,” kata Muhadjir.
Kerja sama tersebut dapat memperkuat posisi masing-masing di kawasan Pasifik khususnya Pasifik Selatan. Saat ini, Indonesia bersama Vanuatu bermitra dalam organisasi multilateral negara-negara Pasifik, yakni Melanesian Spearhead Group (MSG) dan Pacific Islands Forum (PIF).
Baca Juga:
Menko Muhadjir Imbau Pemudik Bawa Driver Cadangan
Bantuan kemanusiaan yang dikirim Indonesia ke Vanuatu senilai Rp7,12 miliar terdiri dari tenda pengungsi, tenda keluarga, generator, velbed, hygiene kits, sweater anak, jaket anak, jaket dewasa, perkakas tukang.
Selain itu, bantuan tersebut berisi rendang, paket sembako, lampu solar, dan gegaji mesin. Pemerintah Indonesia juga akan memberikan bantuan perbaikan ruangan VIP Bandara Port Vila, Vanuatu.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat diterima dengan baik oleh Pemerintah dan Rakyat Vanuatu dan kemudian kita bisa membangun hubungan yang jauh lebih meningkat di semua sektor terutama sektor ekonomi dan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vanuatu,” kata Muhadjir. [beq]






