Blitar (beritajatim.com) – Aksi vandalisme bertuliskan tolak Arema FC bermunculan di Stadion Soepriadi Blitar, Jumat (9/8/2024). Coretan tolak Arema FC diantaranya ada di pintu masuk penonton Stadion Soepriadi Kota Blitar.
Pantauan sementara ada 3 titik coretan tolak Arema FC yang ada di Stadion Soepriadi Blitar. Selain di pintu masuk penonton, fandalisme tersebut juga ditemukan di pagar bangunan sekitar stadion.
” Tolak Arema FC,” tulisan dalam vandalisme tersebut.
Hingga kini belum diketahui pasti siapa yang melakukan vandalisme tersebut. Namun kemungkinan coretan tersebut dibuat oleh orang atau kelompok yang sama.
Hal itu dikuatkan karena semua coretan tersebut menggunakan warna cat yang sama dan nada tulisan yang sama. Kondisi ini tentu cukup mengkhawatirkan pasalnya kurang beberapa hari lagi Arema FC bakal melakoni laga kandang di Stadion Soepriadi.
Vandalisme ini tentu dilakukan oleh orang tidak bertanggungjawab. Namun tentunya ada sesuatu hal yang melatarbelakangi penolakan dengan cara fandalisme ini terjadi.
Arema FC memang miliki sejarah kelam di Kota Blitar. Bentrokan antar suporter Aremania dengan Bonek pada Piala Gubernur Jatim lalu tentu masih sangat melekat diingatan masyarakat Kota Blitar.
Sebenarnya, Manajemen Arema FC telah mengajak seluruh Aremania untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan dalam setiap pertandingan, terutama saat bertanding di Blitar pada Kompetisi Liga 1 2024/2025 mendatang.
LIB telah memberikan rekomendasi Singo Edan menapaki Liga 1 bertanding di Enam Home di Stadion Supriyadi Kota Blitar. Bahkan mulai 3 sampai 5 Agustus dilakukan re assesment dan stadion juga mulai diperbaiki dan hasilnya Stadion Supriyadi Kota Blitar layak untuk dijadikan venue Liga 1
Hal ini disampaikan General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi dalam rilis resminya bahwa ungkapan ini sebagai bentuk syukur atas kesempatan yang diberikan untuk kembali bertanding dan dihadiri suporter.
“Kita semua tahu bahwa Arema FC dan Aremania sedang menjadi sorotan nasional bahkan internasional pasca tragedi Kanjuruhan. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk membuktikan bahwa kita mampu belajar dan menjadi contoh yang baik bagi dunia sepak bola,” tegasnya Inal.
Manajemen , imbuh Inal, juga menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab bersama semua komponen untuk menjaga dan mengantisipasi atas segala risiko yang mungkin terjadi.
“Untuk itu kami selalu intensif berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaksanaan re asesmen yang dilakukan Mabes Polri dan LIB, juga Presidium Aremania,” pungkasnya.
Kesempatan berkandang di Blitar ini pun diharapkan mampu memperbaiki citra Arema FC di mata masyarakat Bumi Bung Karno. Namun ternyata jelang kick off liga 1 justru ada penolakan dari orang tidak bertanggungjawab yang diluapkan dalam bentuk fandalisme. [owi/aje]






