Pasuruan (beritajatim.com) – Sejak minggu lalu, puluhan wilayah kabupatan dan kota di Jawa Timur mulai menggelar vaksinasi anak usia 6-11 tahun secara serentak. Namun vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Pasuruan belum bisa dilaksanakan hingga akhir tahun 2021.
Berdasarkan perkembangan tren kasus covid-19, Kabupaten Pasuruan sebenarnya telah memenuhi syarat karena sudah turun ke level 1 PPKM. Meskipun begitu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan belum bisa diberi izin vaksinasi anak usia 6-11 tahun karena terkendala masih rendahnya capaian vaksinasi.
Aturan terkait lampu hijau pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun tertulis dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 terkair Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Nataru. Berdasarkan aturan Inmendagri tersebut, disebutlan jika suatu daerah boleh vaksinasi anak usia 6-11 tahun setelah mencapai target minimal 70 persen dosis pertama dari total sasaran daerah.
Selain itu, juga harus mencapai minimal 60 persen dosis pertama pada sasaran lanjut usia. Sementara Kabupaten Pasuruan masih belum mencapai target 70 persen vaksinasi.
Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengungkapkan jika sebenarnya capaian vaksinasi di Kabupaten Pasuruan hanya kurang 4 persen dari target yang disyaratkan Kemendagri.
“Sekarang vaksinasi sudah sekitar 66 persen, cuma kurang 4 persen. Kurang lebih sekitar 50 ribuan warga, ” ujar Gus Irsyad.
Adik kandung dari Walikota Pasuruan, Gus Ipul, mengakui adanya kendala dalam pendistribusian vaksin ke masyarakat. Salah satunya adalah masih rendahnya kesadaran warga Kabupaten Pasuruan akan perlunya vaksin covid-19.
“Kendala utama pastinya budaya dan kultur masyarakat, itu yang jadi tantangan kita. Tidak semua warga ini sadar. Ada warga yang disuntik mau, tapi kalau divaksin nggak mau, ” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pasuruan”]
Agar bisa segera mendapat dosis vaksinasi anak usia 6-11 tahun, Gus Irsyad menargetkan 70 persen capaian vaksinasi di Kabupaten Pasuruan persen sebelum tahun baru 2022. Bupati Pasuruan mengharapkan peran serta para pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk bisa mengajak warga agar sadar pentingnya vaksinasi.
“Kita yakin bersama jajaran Forkopimda akan terus bergerak. Sehingga dalam waktu dekat kita capai target 70 persen. Kami akan berkolaborasi untuk sosialisasi ke semua elemen, termasuk tokoh agama dan masyarakat,” pungkasnya. [ada/but]






