Probolinggo (beritajatim.com) – Untuk mendukung akselerasi vaksinasi di Kabupaten Probolinggo, Badan Intelijen Negara (BIN) Jatim menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menggelar vaksinasi di enam puskesmas. Total ada 4.500 warga Kabupaten Probolinggo tervaksin dalam gelaran vaksinasi BIN ini. Vaksinasi tahap pertama dan kedua digelar pada Kamis (9/11/2021) dan Senin (13/12/2021).
Sebanyak 4.500 warga tersebut mengikuti vaksinasi di wilayah Puskesmas Kraksaan, Puskesmas Gending, Puskesmas Maron, Puskesmas Dringu, Puskesmas Tegalsiwalan dan Puskesmas Pajarakan. Para nakes yang bertugas sebagai vaksinator mendatangi lokasi vaksinasi yang telah ditentukan. Di setiap lokasi, petugas mampu menyuntikkan vaksin kepada 200 warga. Bahkan ada yang mencapai 600 warga dalam sehari.
Kabid P2P Dinkes Mujoko mengapresiasi BIN Jatim yang menggandeng Dinkes dalam upaya mendorong percepatan vaksinasi di Kabupaten Probolinggo. “Kami support penuh. Sebab, ini turut membantu satgas dalam mempercepat vaksinasi,” kata Mujoko.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Maron, dr Vina menjelaskan, pihaknya sudah memenuhi target vaksinasi, yakni 76 persen dan sedang menuju 80 persen. “Dalam sehari kami mampu menyuntikkan vaksin kepada 400 – 500 warga. Alhamdulillah sejumlah kendala bisa kami hadapi. Kami juga memiliki program Siputar (sistem jemput antar) bagi warga yang terkendala medan,” terangnya.
Salah satu warga yang mengaku baru pertama kali divaksin, Fiki Indra Rohim mengatakan, dirinya sempat takut ketika hendak divaksin. “Selain takut jarum suntik, saya dengar kalau setelah divaksin bisa sakit bahkan ada yang meninggal. Tapi di daerah rumah saya banyak tetangga yang sudah divaksin dan tidak terjadi apa-apa. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengikuti vaksinasi,” akunya.
Salah satu lokasi vaksinasi adalah di Ponpes Lubbul Labib Kecamatan Maron. KH. Moh. Mabsuthotan, Ketua Yayasan Ponpes Lubbul Labib mengatakan, mendukung dan mengapresiasi BIN Jatim yang mendorong vaksinasi di pesantrennya. Hal itu bisa mencegah penyebaran wabah di kalangan pesantren.
[berita-terkait number=”4″ tag=”vaksinasi”]
Koordinator Imunisasi Puskesmas Kraksaan Ninik Indriyani mengatakan, dari 350 warga yang mendaftar, sekitar 300 orang yang hadir vaksinasi. Dia menyambut baik gelaran vaksinasi ini karena bisa mempercepat vaksinasi untuk mewujudkan herd immunity.
Tak mudah mengajak masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi, namun bisa terbayar setelah masyarakat mau divaksin. Karena kendala yang dihadapi pihaknya selama ini, adalah banyaknya warga yang ketakutan vaksin. Padahal vaksin Sinovac maupun Astrazeneca dinyatakan aman.
“Dengan gelaran vaksinasi kali ini, kembali membuat capaian vaksinasi di Kraksaan melebihi target. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang mau divaksin supaya kebal menghadapi wabah,” tukasnya. [tr/suf]






