Surabaya (beritajatim.com) – Bulan Desember 2021 ini, vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 – 12 mulai gencar dilakukan oleh Pemerintah. Tidak seperti vaksinasi orang dewasa yang sempat tersendat dan banyak polemik, vaksinasi untuk anak ternyata berjalan lancar.
Strategi Pemerintah dengan menggandeng sekolah-sekolah terbukti tepat. Ketika sekolah menjadwal untuk pelajar dan guru memberikan pemahamanan tentang pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19, anak-anak terlihat cukup antusias dalam mengikuti.
Kelancaran ini sangat berbeda dengan awal vaksinasi untuk orang dewasa dulu. Polemik cukup keras sempat terjadi. Polemik yang ditumpangi oleh beragam informasi bohong (hoaks). Mulai risiko bagi kesehatan, kadar manfaat, tingkat kehalalan, hingga persinggungan dengan ranah politik. Toh ternyata, beragam polemik hilang dengan sendirinya. Masyarakat kian menyadari pentingnya vaksin Covid-19.
Polemik dan penolakan ternyata tidak terjadi dalam pelaksanaan vaksinasi terhadap anak. Sebagai misal di Kabupaten Malang. Sebanyak seribu pelajar tingkat SD, usia antara 6 sampai 12 tahun, telah berhasil mengikuti vaksinasi.
“Alhamdulillah target hari ini melebihi, antusias masyarakat luar biasa. Kami akan memaksimalkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Kami dari Polres Malang sangat mendukung dan akan terus menggelorakan vaksinasi ini,” kata Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono melalui Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi, Minggu (19/12/2021).
Donny melanjutkan, untuk di Kabupaten Malang khususnya anak-anak, bisa tercipta Herd Imunity. “Anak-anak Yang notabene akan menjadi harapan masa depan bangsa, harus terlindungi dan mempunyai kekebalan tubuh yang baik terhadap virus. Upaya ini kita lakukan melalui gebyar vaksin dan juga untuk menyelamatkan nyawa manusia. Dan ini adalah program pemerintah yang akan terus kita gelorakan dan kita maksimalkan pelaksanaanya. Sehingga Keselamatan anak di Kabupaten Malang hingga dewasa dan lansia bisa tercipta,” tuturnya.
Terakhir, Donny mengingatkan bahwa vaksin tidak seratus persen membebaskan dari wabah Covid-19. Itu artinya, meski telah vaksin, cara hidup sehat dan protokol kesehatan tetap harus dijaga. Yakni kebiasaaan memakai masker, mencuci tangan, mengurangi mobilitas atau hanya pergi di keramaian seperlunya, dan selalu menjaga jarak aman.
Sebenarnya, pentingkah vaksin Covid-19 bagi anak-anak? Bukankah anak-anak cenderung beraktivitas di lingkungan sekitar?
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, menjelaskan bahwa rata-rata kasus aktif pada anak usia 0 hingga 12, terpapar disebabkan dari orang tuanya. Mungkin para orang tua itu ketika dari luar rumah atau pulang kerja, tidak langsung membersihkan diri sebelum menyapa anaknya.
“Rata-rata kalau anak-anak, khususnya usia 0-12 mohon maaf dari orang tua, mungkin dari keluar atau pulang kerja tidak langsung membersihkan diri tapi menyapa anaknya. Ini berdasarkan hasil tracing dari rekan-rekan Dinkes di lapangan,” ungkap dia.
Anak-anak kadang terpapar karena kurang sadarnya pengetahuan akan protokol kesehatan. Oleh karenanya, Febri menyatakan, bahwa hal ini tentu perlu diantisipasi bersama oleh para orang tua. Sebab, meski usia masih muda, juga sangat rentan terpapar Covid-19.
Menurut Febri, data kasus aktif Covid-19 pada anak ini juga bersifat dinamis. Peningkatan ini juga dapat dipengaruhi dari pola hidup masyarakat. Nah, ketika terjadi lonjakan Covid-19, maka otomatis berpengaruh pula pada anak-anak.
“Kembali lagi kita lihat yang terjadi pada anak ini bisa dipengaruhi dari orang tuanya. Ketika kasus sekarang terjadi lonjakan, otomatis berpengaruh juga terhadap anak-anak,” terangnya.
Sementara itu, dikutip dari GridHEALTH.id, adapun manfaat vaskin Covid-19 pada anak-anak, yaitu:
1. Mencegah terkena atau mengalami gejala Covid-19 berat.
Vaksin Covid-19 akan mengurangi dampak yang ditimbulkan jika anak-anak tertular Covid-19. Vaksinasi adalah proses di dalam tubuh, di mana seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut, maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
Sebagaimana manfaat dari vaksin lainnya, vaksin Covid-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar anak tidak jatuh sakit akibat Covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh.
2. Menghentikan penyebaran Covid-19
Pada dasarnya, vaksinasi diadakan bukan hanya bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah, tetapi juga dalam jangka panjang mengeliminasi atau bahkan memusnahkan penyakit itu sendiri. Tujuan vaksinasi ini kiranya juga disematkan untuk penyakit Covid-19 akibat virus corona.
3. Menghindari penyakit saat dewasa
Seorang profesor di University of Alabama at Birmingham, Suzanne Judd, Ph.D menyatakan bahwa vaksin Covid-19 bisa memberikan dampak panjang pada kesehatan anak. Judd mengamati bahwa penyakit menular sebelumnya menyebabkan masalah kesehatan setelah bertahun-tahun.
4. Membantu melindungi generasi selanjutnya
Melansir Mayo Clinic, manfaat vaksin Covid-19 salah satunya adalah mencegah virus corona menyebar dan bereplikasi, yang memungkinkannya bemutasi dan mungkin menjadi lebih kebal terhadap vaksin.
Dengan menurunkan laju infeksi Covid-19 dan memutus mata rantai pandemi Covid-19, kita pun dapat melindungi generasi selanjutnya dari penderitaan panjang terinfeksi penyakit ini.
5. Melindungi orang lain
Vaksinasi Covid-19 bisa mencegah kita menyebarkan virus corona ke orang lain. Jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata di suatu daerah, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity).
Kekebalan kelompok merupakan situasi di mana sebagian besar masyarakat terlindung atau kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect), yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan sasaran vaksinasi. [but]






