Surabaya (beritajatim.com) – Di usia ke-35 tahun, PENS berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan karya inovasi mahasiswa sebagai bagian dari Lab Based Education (LBE) yang dikembangkan di kampus.
“Saya menyampaikan terima kasih atas jasa-jasa para direktur pendahulu PENS yang turut menanamkan banyak nilai baik dalam pengembangan PENS sejak awal dibangun hingga saat ini,” tutur Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Aliridho Barakbah ditulis Jumat (23/6/2023).
Sementara itu, Dahlan Iskan mengatakan, sejumlah potensi PENS yang bisa dikembangkan lebih jauh lagi di area pengembangan kendaraan listrik hingga kelistrikan di rumah tangga dalam 5-7 tahun ke depan akan menjadi kebutuhan tak terelakkan.
Menurutnya, ide untuk melakukan konversi dari kendaraan berbahan bakar bensin ke motor listrik serta semakin murahnya harga baterai membuka peluang bagi renewable energi solar panel diaplikasikan di skala rumah tangga.
“Kala itu saya belum banyak menjumpai motor listrik di Tiongkok, namun tahun ini saat saya kembali berkunjung ke sana, di ruas-ruas jalan sudah banyak dipakai mobil listrik. It’s a matter of time,” ungkap Dahlan dalam orasi ilmiahnya.
Ia menambahkan, PENS bisa mulai mengambil peran dengan melakukan pendataan terhadap kendaraan lama atau motor lama yang bisa dikonversi. Mahasiswa semester 1 lewat MBKM digerakkan untuk survei pendataan penduduk miskin yang memiliki motor lama untuk dikonversi ke motor listrik.
Dahlan pun berpesan agar PENS lebih menyiapkan diri untuk menghadapi perkembangan teknologi. Salah satunya adalah ketika masyarakat ‘makin pintar’, mampu mengakses berbagai informasi dari media sosial.
“Di saat masyarakat kita mulai melek, dan mampu melakukan berbagai hal hanya melalui tutorial dari kanal Youtube, tentunya akan membuka persaingan yang luar biasa antar lembaga pendidikan, maupun antara PENS sendiri dengan masyarakat. Di usia yang ke 35 ini PENS harus juga melihat bahwa masyarakat ini sudah makin pinter. Kalau PENS nya tidak makin pinter lagi nanti akan ditinggalkan oleh masyarakat,” katanya. [ipl/kun]
BACA JUGA:






