Bondowoso (beritajatim.com) – Jalan Desa Wonosuko-Kalianyar di Kecamatan Tamanan, Bondowoso sempat menjadi perhatian usai jalan berlubang dipasang rambu “alami” dari bambu dan pohon pisang.
Hal itu dilakukan oleh warga sebagai bentuk perlindungan terhadap pengendara yang melintas, serta bentuk protes pada pemerintah yang dianggap belum memaksimalkan program andalan Bupati Abdul Hamid Wahid yakni Infrastruktur Tuntas (RANTAS).
“Apalagi di sana (jalan Wonosuko-Kalianyar) tidak ada penerangan. Jadi kalau malam gelap. Membahayakan bagi pengendara. Akhirnya warga inisiatif pasang bambu dan tanam pohon pisang di jalan berlubang,” kata Laili, warga Desa Kalianyar, Sabtu (7/3/2026).
Pemkab Bondowoso melalui Dinas Binamarga, Sumberdaya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) merespon informasi itu. Yang awalnya menjanjikan pemeliharaan dimulai pekan depan, ternyata digarap keesokan harinya.
“Kami langsung asesmen, mendatangkan material dan menambal sulam aspal yang rusak tersebut sejak Minggu (8/3/2026) kemarin,” kata Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, Senin (9/3/2026).
Khusus di Kecamatan Tamanan, ada enam ruas jalan berlubang yang ditambal sulam. Mulai dari perbatasan Desa Karangmelok-Desa Tamanan, hingga Wonosuko-Kalianyar.
“Sumber anggarannya dari APBD. Tapi untuk penghitungan anggarannya menyusul. Karena kami asesmen lalu langsung ditambal,” terang Ansori. (awi/ian)






