Surabaya (beritajatim.com) – Usai pertandingan dan berkeliling tribun Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya para punggawa Tim Nasional Indonesia berhenti sejenak di tribun ultras garuda gate 17, Sabtu (8/9/2025).
Dengan meminjam microphone suporter, Rizky Ridho mewakili seluruh pemain Timnas Indonesia, official dan pelatih mengajak berdoa sejenak atas meninggalnya salah satu soporter Djali Ariel Fristianto saat menonton pertandingan Indonesia vs Lebanon.
“Kami disini mungkin tidak ada chant, kita akan kirimkan doa menurut kepercayaan masing-masing selama satu menit,”ungkap Ridho dihadapan ratusan suporter.
Sementara itu, Ketum PSSI, Erick Tohir membenarkan jika ada salah satu suporter asal Lamonngan ini meninggal dunia. Ia turut berbela sungkawa atas meninggalnya salah saru suporter.
“Saya ingin mengucapkan bela Sungkawa atas meninggalnya salah satu supporter Ultras Garuda, Saudara Darul Arianto. insya Allah habis ini juga saya akan menengok,”ungkapnya.
Diketahui, tim medical PSSI telah melakukan upaya penyelelamatan, saat berada di gate 17 sekitar pukul 20.15 wib, Djalu Ariel (24) mengeluh sesak nafas hingga tidak sadarkaj diri.
Tak selang lama ia dibawa ke posko kesehatan untuk dirujuk ke Rumah Sakit BDH Surabaya, namun sayangnya ketika sampai dan dimendapatkan perawaran Djalu dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui suporter asal Lamongan ini memiliki riwat sakit Asma. (way/ted)






