Surabaya (beritajatim.com) – Tim nasional Mesir akhirnya mengakhiri penantian panjang di ajang Piala Dunia dengan memastikan tempat di babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kepastian itu diraih setelah The Pharaohs menundukkan Australia lewat drama adu penalti pada babak 32 besar yang berlangsung di Dallas, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB.
Bek Hossam Abdelmaguid menjadi penentu kemenangan Mesir setelah sukses mengeksekusi penalti keempat. Mesir tampil sempurna dalam adu penalti, sementara Australia gagal memanfaatkan dua kesempatan emas sehingga harus mengakhiri perjuangannya di turnamen.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Mesir. Dalam tiga keikutsertaan sebelumnya di Piala Dunia, mereka tidak pernah meraih kemenangan di fase gugur. Bahkan, sebelum edisi 2026, Mesir belum pernah mencatatkan satu pun kemenangan di putaran final Piala Dunia hingga akhirnya memutus tren negatif tersebut melalui kemenangan atas Selandia Baru pada fase grup.
Laga melawan Australia sendiri berlangsung sengit. Mesir lebih dulu memimpin pada menit ke-20 melalui Emam Ashour yang memanfaatkan umpan silang Karim Hafez setelah skema bola mati.
Australia baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Tendangan bebas Aiden O’Neill berubah arah setelah mengenai kepala Mohamed Hany sebelum masuk ke gawang Mesir dan tercatat sebagai gol bunuh diri.
Gol tersebut menambah catatan unik Piala Dunia 2026. Hingga babak 32 besar, sudah tercipta 13 gol bunuh diri, melewati rekor sebelumnya yang terjadi pada Piala Dunia 2018 dengan 12 gol bunuh diri. Bagi Mohamed Hany, itu merupakan gol bunuh diri keduanya di turnamen ini setelah sebelumnya juga mengalaminya saat menghadapi Belgia pada fase grup.
Setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, kedua tim terus berusaha mencetak gol kemenangan pada babak tambahan. Namun, solidnya pertahanan masing-masing membuat tidak ada gol tambahan yang tercipta sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Sebelum adu penalti dimulai, pelatih Australia Tony Popovic mengambil keputusan mengganti penjaga gawang dengan memasukkan Mathew Ryan menggantikan Patrick Beach. Pergantian itu diharapkan memberi keuntungan bagi Socceroos dalam babak tos-tosan.
Strategi tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Harry Souttar gagal pada tendangan pertama setelah bola melambung di atas mistar gawang, sementara eksekusi Lucas Herrington yang baru berusia 18 tahun membentur mistar. Sebaliknya, seluruh eksekutor Mesir menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Abdelmaguid kemudian memastikan kemenangan Mesir sekaligus mengukir sejarah baru bagi negaranya di Piala Dunia.
Pada babak 16 besar, Mesir akan menghadapi pemenang laga antara Argentina dan Tanjung Verde yang berlangsung di Atlanta pada Sabtu pagi WIB. [faw/suf]






