Surabaya (beritajatim.com) – Puluhan ribu masyarakat, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya tampak sangat antusias menyambut kedatangan Habib Umar bin Hafidz di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (23/8/2023) subuh.
Dalam acara Ngaji Subuh, ulama besar dunia yang berasal dari Tarim Hadramaut, Yaman, tersebut menjadi imam salat Subuh dan memberikan kajian serta ilmu kepada para jemaah yang hadir.
Setelah acara di Surabaya, pada hari yang sama, Habib Umar melanjutkan perjalanan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ulama besar dunia ini pun tiba di lokasi pembangunan pondok pesantren Darul Iman di Jalan Tjilik Riwut Km 26 pada pukul 17.40 WIB.
Habib Umar, didampingi oleh Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran beserta rombongan, langsung menuju tenda khusus untuk Sholat Magrib berjemaah.
Di sana, selain mengadakan Tabligh Akbar, Habib Umar juga melakukan peletakan batu pertama dan menandatangani prasasti untuk pembangunan pondok pesantren Darul Iman.
BACA JUGA: Hore! Pendakian Semeru Akan Segera Dibuka Kembali
Bahkan sebelum di Surabaya, Habib Umar juga sempat gelar pengajian di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Minggu (20/8/2023) subuh.
Habib Umar bin Hafidz dikenal sebagai salah satu ulama muslim paling berpengaruh di dunia, menurut laporan situs the Muslims 500. Ia menduduki peringkat ke-11, berada tepat di bawah Putra Mahkota Arab Saudi, Mohamed bin Salman (MbS).
Pengaruh yang luas dari Habib Umar terletak pada kemampuannya dalam berkhotbah tentang nilai-nilai universal dalam Islam. Pesan-pesan kasih sayang, rahmat, kedamaian, dan ketenangan yang ia sampaikan dalam setiap dakwahnya berhasil menarik perhatian umat Muslim.
Pengetahuannya yang kaya akan kebaikan tersebut pun telah membuat masyarakat dunia mengenal dan menghormati Habib Umar.
Selain itu, Habib Umar bin Hafidz menjadi tokoh internasional karena upayanya dalam mengajarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta.
Ia menunjukkan toleransi yang tinggi dan menghargai perbedaan. Pemikiran dan pendekatannya terhadap Islam memberikan dampak besar pada pemikiran dan gerakan Islam di seluruh dunia. Dengan begitu, Habib Umar telah berhasil menempatkan dirinya sebagai figur ulama berpengaruh dalam skala global. (fyi/nap)






