Banyuwangi (beritajatim.com) – Vaksinasi hewan di Banyuwangi terus dikebut guna mengantisipasi penularan rabies. Sebelumnya, dinas setempat melakukan vaksinasi hewan yang dilepasliarkan.
Ke depan, giliran hewan peliharaan yang berada di rumah. Sasarannya adalah vaksinasi hewan di daerah perkotaan dan sekitarnya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi drh. Nanang Sugiarto mengatakan, Kabupaten Banyuwangi memilik stok 1.500 dosis vaksin rabies. Stok tersebut bisa bertambah apabila kebutuhan di lapangan tergolong tinggi.
“Bisa ditambah sesuai dengan permintaan ke pemerintah pusat. Dan vaksinasi rabies ini kan harus diulang setiap tahun. Vaksinasi diberikan gratis,” kata Nanang, Rabu (12/7/2023).
Banyuwangi memiliki potensi serangan rabies karena berbatasan langsung dengan daerah endemik, yakni Bali. Terlebih, daerah ini juga sebagai pintu masuk ke Pulau Jawa dari timur.
“Antisipasi lebih dini perlu dilakukan. Bagaimanapun, Banyuwangi dekat dengan daerah endemik, jadi harus meningkatkan kewaspadaan,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Sudah 2 Kasus Rabies, Stok Vaksin di Blitar Justru Kosong
Meskipun, hingga kini Banyuwangi dan Jawa Timur pada umumnya masih kategori bebas dari rabies. Vaksinasi perlu dilakukan untuk mengantisipasi serangan rabies yang bisa datang kapan saja.
“Fokus saat ini daerah pinggiran, sebab daerah tersebut banyak berbatasan dengan hutan-hutan. Sehingga, keberadaan hewan tersebut rentan untuk tertular rabies,” pungkasnya. [rin/but]






