Bojonegoro (beritajatim.com) – Bowo, pemuda asal Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, memanfaatkan pekarangan rumah berukuran 12×7 meter menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. Lewat budidaya anggur, ia mampu meraup hingga Rp10 juta setiap tiga bulan.
Bowo memulai usahanya sejak tahun 2016. Dengan modal awal hanya Rp 100 ribu, ia menanam berbagai tanaman buah seperti jeruk, alpukat, klengkeng, dan anggur. Namun, dari semua jenis tanaman itu, anggur terbukti paling cocok tumbuh di iklim Bojonegoro.
Bertani dengan memanfaatkan pekarangan, atau lahan sempit yang biasa disebut urban farming saat ini sedang tren. “Awalnya coba-coba saja, tapi setelah saya pelajari, anggur ternyata cocok dikembangkan di sini,” ujarnya, Selasa (27/5/2025).
Berbekal pengalaman bekerja di dunia pelayaran, termasuk di luar negeri, Bowo menyadari besarnya peluang pasar buah anggur. Ia pun serius mendalami teknik budidaya, bahkan sempat menerima bibit anggur dari Ukraina yang ia stek dengan varietas lokal.
Kini, kebun mini di halaman rumahnya ditanami berbagai varietas anggur unggulan seperti Jupiter, Ninel, Dixon, Baikanur, dan Julian. Selain menjual buah segar, Bowo juga memproduksi bibit anggur berkualitas yang dijual mulai Rp15 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung jenis dan usia tanaman.
Tak hanya sukses secara finansial, Bowo juga turut menginspirasi warga sekitar. Ia membentuk komunitas kecil petani anggur dan membuka pelatihan gratis bagi siapa saja yang ingin belajar budidaya. Apalagi, kata dia, selama ini permintaan anggur selalu tinggi. “Jadi, saya terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar. Peluangnya besar,” pungkasnya. [lus/kun]






