Kediri (beritajatim.com) – Tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur berhasil mengimplementasikan program budidaya lele organik di Desa Tambakrejo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga kelestarian lingkungan.
Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat desa yang sebagian besar menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan perikanan.
Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur ini diawali dengan memberikan pelatihan intensif kepada para petani mengenai konsep budidaya lele organik, yang menggunakan pakan alami dan tanpa bahan kimia sintetis.
“Lele organik memiliki keunggulan karena lebih sehat untuk dikonsumsi, bebas dari residu bahan kimia, dan ramah lingkungan. Dengan metode ini, kami juga mengajarkan petani untuk menggunakan sumber daya lokal seperti cacing, dedaunan, dan limbah organik sebagai pakan alternatif,” ungkap Dr Dona Wahyuning Laily SP MP, salah satu anggota tim pengabdian.
Tim Fakultas Pertanian UPN Veteran Jatim juga bantuan berupa bibit lele organik, serta alat dan bahan untuk pembuatan kolam ramah lingkungan. Petani juga diajari cara mengelola air kolam dengan sistem biofiltrasi alami yang menjaga kebersihan air tanpa harus menggunakan bahan kimia.
Teknologi ini memungkinkan petani untuk memproduksi lele dengan biaya operasional yang lebih rendah.
Pak Andi, salah satu petani yang mengikuti program ini, merasa sangat terbantu.
“Biasanya kami pakai pakan pabrikan, harganya mahal dan kadang tidak bagus untuk kesehatan ikan. Dengan pakan organik, hasilnya malah lebih bagus dan ikan lebih cepat besar. Selain itu, kolamnya juga lebih mudah dirawat,” ujarnya.
Program pengabdian ini juga mencakup pendampingan usaha dan pemasaran lele organik. Tim pengabdian bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memasarkan lele organik ke restoran dan pasar modern yang mulai banyak permintaan akan produk organik.
“Harapan kami, dengan metode organik ini, petani bisa lebih mandiri dan produk mereka bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” tambah Dr Dona yang juga dosen Fakultas Pertanian UPN Veteran Jatim.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung selama enam bulan dan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di sekitar wilayah tersebut.
Pihak universitas berencana untuk melanjutkan program ini dengan pengembangan budidaya ikan lainnya dan memperluas jejaring pemasaran agar produk-produk organik dapat lebih dikenal di masyarakat luas.[rea/ted]






