Surabaya (beritajatim.com) – UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Jawa Timur secara khusus menaruh perhatian dan membahas isu tantangan bisnis di tengah era global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini.
Untuk menghadapi itu, UPN Veteran Jatim lewat Prodi Manajemen menggelar Seminar Nasional Manajemen (Senama) 2023 bertajuk ‘Navigating Global Uncertainty: How Innovation and Sustainable Development Drive Business Resilience’.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Euis Nurul Hidayah menyampaikan bahwa perguruan tinggi, dalam hal ini UPN Veteran Jatim hadir sebagai salah satu institusi penting dalam membantu mempercepat tercapainya tujuan SDGs.
BACA JUGA:
UPN Veteran Jatim Resmikan 5 Prodi Baru
Caranya, yakni lewat penerapan tri dharma seperti pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan riset dan inovasi di setiap sendi kehidupan menjadi kunci mengatasi segala permasalahan bisnis.
“Kolaborasi antara universitas sebagai knowledge producer penghasil riset dan inovasi, dimana media dan organisasi masyarakat sebagai intermediaries yang menjembatani hasil riset untuk diterapkan, dan pemerintah sebagai enablers yang membangun ekosistem berkelanjutan serta masyarakat dan dunia usaha sebagai users pengguna hasil riset dan inovasi, menjadi jalan utama demi terciptanya integrasi,” katanya ditulis Jumat (7/7/2023).
Sementara Prof Riyanarto Sarno, profesor peraih Rank 1 in Scopus Ranking in 2020 from Ministry of Research and Technology menekankan pentingnya inovasi dalam memperkuat daya saing perusahaan di pasar global yang terus berubah.
BACA JUGA:
UPN Veteran Jatim Launching Mobil Listrik Tanpa Awak
“Artificial Intelligence (AI) in management saat ini sangat signifikan dalam mengubah beroperasi bisnis dan bisa menjadi katalisator inovasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya.
Senada, Prof Abdul Razak Bin Abdul Hadi, Lead Researcher, Islamic Finance Research Cluster juga menekankan bahwa untuk menjawab tantangan dalam ketidakpastian global, dan mencapai 17 tujuan SDGs di perguruan tinggi diperlukan keterampilan bagi mahasiswa dan Gen-Z.
“Keterampilan yang akan menunjang kesuksesan Sustainable Enterprise adalah leadership skills, management skills, digital tech, dan entrepreneurship qualities,” paparnya.
Sementara Rico Tedyono, praktisi di bidang financial technology menyebut jika green invesment bagi millenial akan menghasilkan pengelolaan keuangan yang hemat sumber daya dan lingkungan yang keberlanjutan.
BACA JUGA:
Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi UPN “Veteran” Jawa Timur Membangun Website BPBD Kota Surabaya
“Dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam pengambilan keputusan bisnis, kita dapat memastikan bahwa perusahaan kita tumbuh secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” jelasnya.
Senama ini merupakan wadah berharga bagi para profesional dan pengusaha untuk mendapatkan wawasan baru, memperluas jaringan, dan berbagi pengalaman tentang cara menghadapi ketidakpastian global.
Diharapkan, melalui kegiatan ini para pemimpin bisnis di Indonesia dapat menghadapi tantangan masa depan dengan lebih percaya diri dan memimpin perubahan menuju bisnis yang berkelanjutan. [ipl/suf]






