Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD Partai Hanura Jatim, Yunianto ‘Masteng’ Wahyudi memastikan, bahwa tiga korban meninggal kecelakaan bus Trans Jaya telah dimakamkan semalam. Dan, lima korban luka berat saat ini masih dirawat di RS Widodo Ngawi dan RS Unair Surabaya.
“Terima kasih atas kepedulian dukacitanya, dalam musibah kecelakaan bus yang membawa rombongan Brigade Hanura Jatim selepas tugas dalam Hajatan Rakyat di GBK Jakarta. Syukur Alhamdulillah semalam sudah kami selesaikan sampai dini hari, tiga korban meninggal dunia sudah dimakamkan, dan lima korban luka berat sudah ditangani dengan baik,” kata Masteng kepada beritajatim.com, Senin (5/2/2024).
Masteng menjelaskan, lima korban luka berat itu, yakni tiga orang masih dirawat di RS Widodo Ngawi dan dua orang dirujuk ke RS Unair Surabaya untuk dapat penanganan lebih baik.
“Untuk korban luka ringan dan tidak ada luka sudah kami antarkan kembali ke keluarga masing-masing. Dan, biaya RS sudah kami selesaikan semua, termasuk santunan yang luka ringan dan berat. Alhamdulillah komunikasi dengan pihak Lantas, Jasa Marga dan Jasa Raharja sudah juga menjalankan tugas masing-masing dengan baik. Terima kasih semuanya atas perhatian dan atensi duka citanya,” tutur Masteng.
Diberitakan sebelumnya, Bus Trans Jaya yang mengangkut 31 orang anggota Brigade Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jatim terguling di Jalan Tol Ngawi-Solo KM 554 A masuk Desa Pengkol Kecamatan Mantingan Ngawi, Jawa Timur, Minggu (4/2/2024) pukul 07.00 WIB. Rombongan tersebut usai menghadiri Kampanye Akbar atau Hajatan Rakyat di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Akibatnya, tiga orang dikabarkan tewas dalam kejadian itu. Dua orang meninggal di lokasi kejadian, dan satu lagi meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan di RS Widodo Ngawi. [tok/aje]






