Pasuruan (beritajatim.com) – Proses pengidentifikasian dua pesawat milik TNI AU yang terjatuh diwilayah Kabupaten Pasuruan terus dilakukan. Proses pengidentifikasian ini merupakan proses lanjutan dari pengumpulan data.
Proses ini dilakukan langsung oleh Marsekal Pertama TNI Easter Hariyanto, Kepala Tim Panita Penyelidik Kecelakaan Pesawat Udara. Hariyanto mengatakan bahwa dirinya akan melakukan pengumpulan data selama dua hari.
Pada hari pertama yakni Selasa (28/11/2023) dan Rabu (27/11/2023). Pada hari pertama ini pengumpulan data dilakukan di titik pertama jatuhnya pesawat dengan nomor seri TT-3103 yang berada di Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.
Baca Juga: PPP Desak Transparansi Pengelolaan APBD Jember
Sedangkan keesokan harinya tim akan melakukan proses pengumpulan data pada pesawat dengan nomor seri TT-3111 yang berada di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Menurut Hariyanto, tin pengumpulan data ini dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama yang ada di lapangan kemudian bagian kedua berada di lapangan udara (Lanud) Malang.
“Kita akan dalami dan mengecek ulang untuk mengambil data yang kurang lengkap. Baik data yang faktual maupun fisik pesawat itu sendiri. Kami juga melakukan pengumpulan data dengan mewawancarai warga setempat danpetugas yang ada di Lanud,” kata Hariyanto, Selasa (28/11/2023).
Hariyanto menambahkan bahwa pembagian dua tim ini dilakukan dikarenakan sebagian bangkai pesawat sudah berada di Lanud. Dan sebagian lagi masih berada di dua titik lokasi kejadian.
Baca Juga: Banyak Petani Modern yang Sukses, Bappenas Belajar ke Banyuwangi
Setelah berhasil mengumpulkan beberapa data, tim Panita Penyelidik Kecelakaan Pesawat Udara akan melakukan analisis. “Setelah berhasil mengumpulkan data, kita akanmelakukan analisis,” tambahnya. (ada/ian)






