Makkah (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat layanan bimbingan ibadah dan perlindungan bagi 110.848 jemaah haji Indonesia yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga hari ke-18 operasional, Jumat (8/5/2026).
Penguatan ini bertujuan memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat, terutama menjelang fase puncak wukuf di Arafah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, hingga saat ini sebanyak 131 kloter dengan 50.824 jemaah telah berada di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. Sementara itu, jemaah Gelombang II yang mendarat melalui Jeddah kini berjumlah 3.459 orang dari total 9 kloter.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa layanan bimbingan ibadah menjadi garda terdepan dalam menjaga keabsahan ritual jemaah.
“Layanan bimbingan ibadah terus kami perkuat agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara aman, nyaman, tertib, dan sesuai tuntunan syariat, terutama menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya di Jakarta.
Aturan Ihram Gelombang II
Kemenhaj menyoroti temuan di lapangan terkait jemaah Gelombang II yang tiba di Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah.
Masih ditemukan jemaah pria yang mengenakan pakaian ihram namun tetap memakai pakaian dalam dan sepatu, yang secara syariat dilarang saat sudah berniat ihram.
“Kami mengingatkan jemaah gelombang kedua agar mengenakan pakaian ihram dan sandal sejak dari embarkasi. Pembimbing ibadah kloter juga kami minta aktif membimbing jemaah dalam pelaksanaan niat ihram sebelum tiba di Jeddah,” tegas Maria.
Petugas PPIH juga memberikan edukasi intensif mengenai larangan penggunaan masker bagi jemaah wanita saat dalam kondisi berihram.
Update Kesehatan dan Kabar Duka Jemaah Jatim
Kabar duka datang dari jemaah asal Jawa Timur. Hingga Kamis (7/5/2026), dilaporkan dua jemaah asal wilayah tersebut meninggal dunia di Tanah Suci. Mereka adalah ABD Wachid dari Kloter SUB 07 asal Kabupaten Pasuruan dan Fajar Puja Sasmita dari Kloter SUB 11 asal Kota Malang.
Secara nasional, total jemaah wafat hingga hari ini mencapai 16 orang. Dua jemaah lainnya yang wafat pada hari yang sama adalah Misno Iro Karso (JKG 09) asal Lampung Timur dan Amid Asim (KJT 09) asal Bekasi.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga seluruh almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutur Maria.
Dari sisi layanan medis, tim kesehatan mencatat 17.301 jemaah menjalani rawat jalan, sementara 82 jemaah masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi. [ian/MCH]






