Jakarta (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan jumlah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk musim 1447 H / 2026 M meningkat signifikan menjadi 4.418 orang. Lonjakan jumlah petugas ini merupakan hasil diplomasi pemerintah yang berhasil menembus batas kuota standar dari Pemerintah Arab Saudi.
Kasubdit Penyiapan Pemetaan dan Rekruitmen Petugas Kemenhaj RI, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa secara umum Arab Saudi memberlakukan rasio petugas sebesar satu persen dari total jemaah. Dengan jumlah jemaah Indonesia sebanyak 221.000 orang, seharusnya kuota petugas hanya berada di angka 2.210 personel.
“Biasanya itu Saudi memberikan kuota petugas 1 persen dari jumlah jemaah. Makanya kita kemarin awalnya hanya 2.210. Namun kita mengusulkan tambahan, dan alhamdulillah Kementerian Haji Arab Saudi memberikan tambahan menjadi 2 persen, jadilah 4.418 orang,” ujar Ihsan saat ditemui di Diklat PPIH Arab Saudi, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Ihsan menegaskan bahwa seluruh biaya operasional ribuan petugas tersebut, mulai dari tahap rekrutmen hingga uang harian di Arab Saudi, sepenuhnya ditanggung oleh negara melalui APBN. Kemenhaj RI menjamin tidak ada penggunaan dana setoran jemaah untuk membiayai petugas.
“Seluruh operasional petugas sepenuhnya bersumber dari dana APBN. Tidak ada satu rupiah pun dana petugas yang diambil dari dana jemaah. Karena dibayar oleh rakyat, pesan Bapak Menteri Agama jelas: petugas hadir untuk melayani jemaah, bukan dilayani,” tegasnya.
Struktur petugas tahun ini juga diperkuat oleh elemen pendukung lainnya. Selain petugas kloter dan non-kloter, Kemenhaj RI melibatkan 133 mahasiswa Indonesia di Timur Tengah yang memiliki keunggulan bahasa, serta 750 tenaga pendukung dari unsur mukimin (WNI di Arab Saudi) yang direkrut melalui Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah.
Mengenai komposisi Amirul Hajj yang akan memimpin misi haji, Ihsan menyebut penetapannya akan melalui Keputusan Menteri Agama (KMA). Pengumuman resmi terkait siapa saja yang masuk dalam jajaran Amirul Hajj dijadwalkan dilakukan menjelang memasuki bulan Ramadan mendatang.
Kehadiran 4.418 petugas ini diharapkan mampu memberikan pelayanan prima bagi 221.000 jemaah haji Indonesia, baik reguler maupun khusus, yang akan berangkat tahun ini. Ihsan menyebut rasio dua persen ini akan menjadi acuan penting bagi pergerakan jumlah petugas di masa depan seiring dengan fluktuasi jumlah jemaah. [ian]






