Lamongan (beritajatim.com) – Berdasarkan update terbaru dari BPBD Lamongan, desa di Kabupaten Lamongan yang terendam banjir akibat luapan sungai Bengawan Jero berjumlah 35 desa.
Diketahui, ke-35 desa itu tersebar di 5 kecamatan, dengan rincian 5 desa di Kecamatan Turi, 8 desa di Kecamatan Kalitengah, 9 desa di Kecamatan Karangbinangun, 6 desa di Kecamatan Deket dan 7 desa di Kecamatan Glagah.
Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan Muhammad Muslimin membenarkan bahwa banjir itu disebabkan oleh meluapnya sungai Bengawan Jero, anak sungai Bengawan Solo, yang mengalami kenaikan debit air sebab tingginya intensitas hujan yang melanda.
“Banjir akibat meluapnya Bengawan Jero semakin meluas. Saat ini banjir merendam 35 desa di 5 kecamatan di Lamongan. Setidaknya juga lebih dari 3 ribu rumah yang terendam banjir,” kata Muslimin, Minggu (19/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-lamongan”]
Berdasarkan catatan beritajatim.com, sebelumnya banjir hanya melanda 20 desa di 5 kecamatan. Banjir tersebut selain menggenangi pemukiman warga juga menggenangi area persawahan dan fasilitas umum seperti akses jalan poros, bangunan sekolah dan lainnya.
“Berdasarkan data ada 3.460 rumah warga yang terdampak. Banjir juga merendam sejumlah akses jalan poros desa, jalan poros kecamatan hingga sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan lahan tambak,” paparnya.
Mengenai ketinggian air banjir itu, Muslimin menyebut bahwa tinggi banjir cukup variatif, berkisar antara 30 centimeter sampai dengan 60 centimeter. Salah satu desa yang cukup parah diterjang banjir itu yakni Desa Kemlagilor di Kecamatan Turi. “Terdapat 52 rumah warga yang terendam banjir di Desa Kemlagilor. Selain rumah, jalan desa dan hektaran tambak warga juga tergenang,” sebutnya.
Tak kalah parahnya, desa lainnya yang juga tergenang banjir itu adalah Desa Bojoasri di Kecamatan Kalitengah. Ketinggian air di Desa ini mencapai sekitar 50 centimeter. Secara otomatis, aktivitas warga setempat pun terganggu. “Setiap hari aktivitas keluar masuk desa harus menggunakan transportasi perahu. Banjir melanda sudah hampir sepekan,” paparnya.
Untuk merespon terjadinya banjir ini, Muslimin mengaku, pihaknya sudah mulai menyalurkan bantuan kepada warga desa yang terdampak banjir di 5 kecamatan tersebut. “Bantuan itu diserahkan kepada warga untuk meringankan beban mereka saat banjir melanda,” pungkasnya.[riq/kun]






