Pasuruan (beritajatim.com) – Tingkat penyembuhan ternak sapi yang terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tak lepas dari perjuangan para peternak. Secara mandiri, peternak memberikan obat-obatan alami untuk menjaga kesehatan ternak mereka.
Salah satu peternak, Sukar, mengungkapkan rahasia pengobatan alami yang ia gunakan untuk ternaknya agar tetap sehat dan terhindar dari wabah PMK. Sukar berbagi resep sederhana yang ia gunakan sehari-hari.
“Ya dikasih obat-obatan alami. Biasa aku beli dari pasar. Tinggal dicampurkan gula merah, kunir, kencur, dan daun suruh,” jelas Sukar, Kamis (9/1/2025).
Menurut Sukar, bahan-bahan tersebut dicampur dan direbus dengan air hingga mendidih. Setelah mendidih, rebusan rempah-rempah itu didinginkan hingga hangat dan diminumkan kepada ternak sebanyak dua kali sehari.
Di sisi lain, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Pasuruan juga aktif melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir penyebaran wabah PMK. Kabid Keswan, Panti Tri Absari, menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan, termasuk penyemprotan disinfektan secara rutin.
“Kami juga memberikan obat-obatan dan vitamin kepada peternak melalui KUD, UD, dan Bumdes,” ungkap Panti.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas ternak serta mengurangi risiko penyebaran virus PMK.
Hingga saat ini, kasus PMK di Kabupaten Pasuruan mencapai 171 kasus. Dari jumlah tersebut, 150 ekor sapi telah dinyatakan sembuh, sementara 16 ekor sapi dilaporkan mati akibat wabah ini. Dinas terus mengupayakan langkah-langkah pencegahan dan penanganan guna menekan angka kematian dan meningkatkan kesembuhan ternak. [ada/beq]






