Pamekasan (beritajatim.com) – Tiga jenis produksi daging ternak di kabupaten Pamekasan, memberikan kontribusi besar terhadap produksi daging ternak di tingkat provinsi Jawa Timur.
Ketiga jenis produksi daging ternak tersebut, meliputi produksi daging ternak jenis sapi, kambing dan domba. Bahkan angka produksi daging ternak tersebut, relatif lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan, tentang produksi daging ternak 2023, per 5 November 2024. Produksi daging ternak sapi mencapai angka 2.711.096 kilogram (kg), daging ternak kambing sebesar 185.669 kg, dan daging ternak domba sebanyak 137.705 kg.
Angka produksi daging ternak 2023 tersebut, relatif lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Di mana angka produksi daging ternak 2022 di Pamekasan, meliputi sebanyak 2.644.972 kg untuk produksi daging sapi, sebanyak 181.141 kg untuk daging kambing, serta sebanyak 134.347 kg untuk daging domba.
Sementara berdasar hasil pencacahan lengkap sensus pertanian 2023 dari Usaha Pertanian Perorangan (UPT) Tanaman Perkebunan Kabupaten Pamekasan, angka sapi potong terdapat sebanyak 89.431 ekor, serta sebanyak 11 ekor untuk katagori sapi perah.
Ribuan jumlah sapi potong tersebut tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan, meliputi sebanyak 14.505 ekor dari Pasean, 13.355 ekor dari Batumarmar, 12.323 ekor dari Waru, 8.393 ekor dari Pagantenan, 7.671 ekor dari Tlanakan, 6.012 ekor dari Kadur, 5.499 ekor dari Palengaan, 5.470 ekor dari Proppo.
Disusul sebanyak 4.810 ekor dari Pakong, 4.754 ekor dari Pademawu, 3.688 ekor dari Larangan, 1.805 ekor dari Kecamatan Pamekasan, serta 1.146 ekor dari Kecamatan Larangan. Sedangkan 11 ekor sapi perah di kabupaten Pamekasan, hanya terdapat di Kecamatan Tlanakan.
Bahkan untuk meningkatkan kualitas produksi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan, intens melakukan pemeriksaan massal. Mulai dari pemeriksaan kebuntingan sapi betina, termasuk juga melakukan seleksi sapi betina produktif yang belum bunting dan dijadikan resipien transfer embrio yang dijadwalkan dilakukan secara berkala.
Dukungan Daerah
Sejak masa pemerintahan Bupati Badrut Tamam, bentuk dukungan untuk menyukseskan program swasembada daging sapi juga dilakukan oleh Pemkab Pamekasan, melalui program inovatif ‘Sang Sultan’ yakni Strategi Pengembangan Sapi Madura Bibit Secara Simultan.
Program tersebut merupakan lanjutan dari program sebelumnya, yakni Intan Satu Saka atau Inseminasi Buatan Satu Tahun Satu Kelahiran, Tim Buser (Tim Bunting Serentak), serta “SII Papabaru” atau Sistem Sapi Bibit Terintegratif ala Kecamatan Pakong, Pasean, Batumarmar dan Waru.
Program ‘Sang Sultan’ memadukan antara potensi bibit unggul sapi Madura yang dipelihara peternak sapi di Kabupaten Pamekasan dengan strategi terintegratif melalui layanan terpadu tim dokter hewan.
Melalui program inovatif ‘Sang Sultan’ ini maka perkembangan populasi sapi meningkat, dan ini tentu sangat mendukung program pemerintah pusat yang menginginkan Indonesia bisa swasembada daging.
Jarak kelahiran sapi berubah dari sebelumnya 18 bulan menjadi 12 bulan, dan jumlah sapi grade 1 juga bertambah drastis dari sebelumnya ekor menjadi 5.337 ekor. Akseptor yang melahirkan tiap tahun meningkat dari sebelumnya 5 persen menjadi 40 persen. Selama program berlangsung, telah dikeluarkan sebanyak 2.959 surat keterangan layak bibit.
Grade 1 merupakan jenis sapi dengan kondisi memiliki lingkar dada 165 cm, yakni jenis sapi yang masuk dalam Standar Nasional Indonesia (SNI).
Saat ini, jumlah sapi potong di Kabupaten Pamekasan terdata sebanyak 195 ribu ekor, dengan jumlah bibit unggul mencapai 35 ribu ekor sapi, tersebar di Kecamatan Pakong, Pasean, Batumarmar, dan Kecamatan waru.
Bahkan pada saat itu, Bupati Pamekasan juga sangat meyakini dengan upaya serius dan dukungan pemerintah di masing-masing daerah, maka niat baik pemerintah pusat agar Indonesia bisa swasembada daging 2026 akan terlaksana sesuai keinginan.
Jadi, selain untuk meningkatkan perekonomian peternak, karena masa kelahiran sapi berubah dari sebelumnya 18 kini menjadi 12 bulan, program inovatif ‘Sang Sultan’ ini sebagai bentuk dukungan Pemkab Pamekasan terhadap program yang telah dicanangkan Pemerintah Pusat, yakni swasembada daging sapi 2026. [pin/beq]






