Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengajak insan pers untuk bersama menciptakan top of mind positif di daerah yang dipimpinnya. Sekaligus bersama mewujudkan Pamekasan sebagai daerah yang berdaya saing dengan kabupaten/kota maju di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Bupati Badrut Tamam saat memberikan sambutan dalam Konferensi VII sekaligus Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Periode 2022/2025, di Ballroom Azzana Hotel Jl Jokotole Nomor 282 Pamekasan, Sabtu (15/1/2022).
“Revolusi industri 4.0 ini merubah sendi kehidupan dari seluruh sektor masyarakat secara global, perubahan ini tentunya menambah tanggungjawab kita khususnya rekan-rekan wartawan dalam menyajikan informasi edukatif dan transformatif kepada publik,” kata Bupati Badrut Tamam.
Sebagai penyampai ‘risalah’, seorang wartawan memiliki tugas yang tidak ringan di tengah maraknya informasi hoaks yang dapat diakses masyarakat luas melalui jejaring media sosial (medsos). Sehingga informasi yang disajikan harus benar-benar mencerahkan dan tidak menyesatkan publik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-pamekasan”]
Dari itu, pihaknya mengajak seluruh insan pers khususnya wartawan yang tergabung dalam PWI Pamekasan, agar dapat menyajikan informasi edukatif dengan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. “Sebagai pilar demokrasi, pilar edukasi dan transformasi. Media sangat penting sekali,” ungkapnya.
“Artinya media memiliki peran penting dalam merubah sudut pandang publik dari hal negatif menjadi positif, begitu juga sebaliknya. Orang biasa dibranding sedemikian rupa bisa menjadi luar biasa, bahkan ada orang tidak jujur dibranding menjadi orang luar biasa. Dari itu, tugas penyampai risalah ini harus betul-betul ada di hati dan pikiran kita,” jelasnya.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab era disrupsi selalu menuntut kearifan dan kebijaksanaan mengantisipasi hal negatif. “Saat ini informasi hoaks sering kita dapat setiap saat, dapat diakses dengan mudah dan dapat merubah mental seseorang yang tidak dapat memfilter informasi hoaks atau tidak,” imbuhnya.
“Tugas orang tua juga menjadi lebih besar agar anak-anak mereka tidak terkontaminasi kabar fitnah, sehingga dalam kondisi ini bagaimana anak-anak kita justru disuguhkan dengan informasi yang jauh dari kenyataan. Lain lagi dengan ideologi impor yang datang dan dapat merusak tatanan yang sudah ada,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pwi-pamekasan”]
Tidak hanya itu, bupati muda yang akrab disapa Mas Tamam juga menilai jika wartawan memiliki peran penting dalam kemajuan semua bangsa melalui informasi yang disampaikan kepada publik. Salah satunya merubah top of mind tentang Indonesia, khususnya tentang Pamekasan.
“Jadi bagaimana kita menciptakan kabupaten yang biasa-biasa ini bisa melompat menjadi kabupaten luar biasa, sehingga dibutuhkan cara untuk mengubah top of mind. Misalnya dulu Banyuwangi sangat identik dengan santet (Madura dengan Carok), tapi sekarang tidak lagi,” beber Mas Tamam.
Pihaknya menegaskan saat ini Banyuwangi menjadi kabupaten luar biasa, tidak lepas dari kerjasama dengan semua lapisan masyarakat. Termasuk di antaranya para insan pers sebagai penyampai informasi bagi publik dan akhirnya dikenal sebagai Daerah Wisata.
“Artinya bukan berarti di Banyuwangi tidak ada kemiskinan, bukan tidak ada infrastruktur yang rusak, dan lainnya. Makanya hal ini butuh partisipasi dari seluruh elemen untuk bersama mewujudkan top of mind Pamekasan, partisipasi ini harus selalu kita dorong,” pungkasnya. [pin/kun]






