Surabaya (beritajatim.com) – Untag Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-78 pada Jumat (10/11/2023) pagi. Semangat memberantas kebodohan dan kemiskinan digaungkan dalam upacara tersebut.
Rektor Untag Surabaya Prof Mulyanto Nugroho berharap semangat nasionalis yang patriotik akan tetap berkobar dalam setiap individu sivitas akademika di Untag Surabaya sebagai kampus Merah Putih.
“Makna Hari Pahlawan ini seharusnya memotivasi kita menjadi nasionalis yang patriotik, berjuang untuk memajukan bangsa dan negara, terutama di bidang pendidikan,” ujar Prof Nugroho.
Dengan demikian, lanjut Prof Nugroho, maka di masa mendatang Untag Surabaya dapat melahirkan pahlawan-pahlawan baru yang akan mengukir sejarah Indonesia pada tahun 2045.
“Tantangan di dunia pendidikan semakin bertambah. Karena itu, kita harus terus bersinergi dan bergotong royong meningkatkan kualitas dan pelayanan, sehingga Untag Surabaya dapat semakin berkembang,” tuturnya.
BACA JUGA:
Untag Surabaya Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Manajemen
Upacara ini digelar Untag Surabaya sebagai wujud penghormatan dan penghargaan tinggi atas jasa para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan dan kebebasan bangsa Indonesia.
Upacara ini bertema ‘Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan’. Upacara diikuti sivitas akademika Untag Surabaya lengkap dengan pakaian pejuang dan pahlawan.
Di awal upacara, dibacakan pesan-pesan dari pahlawan nasional antara lain Bung Tomo, Abdul Muis, Ki Hajar Dewantara, dr Tjipto Mangoenkoesoemo, Cut Nyak Dhien, Gubernur Suryo, RA Kartini, Moh Yamin dan Moh Hatta.
“Hari kemudian daripada tanah kita dan rakyat kita terletak dalam hari sekarang. Hari sekarang itu ialah kamu, generasi muda Indonesia,” kata Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni Untag Surabaya Febby Rahmatullah Masruchin saat membacakan dengan lantang pesan dari dr Tjipto Mangoenkoesoemo. [ipl/suf]






