Jember (beritajatim.com) – Ribuan orang yang memadati Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (10/1/2024) lalu, bukan sekadar Apel Sholawat Nusantara. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah semacam ‘show of force’ atau unjuk kekuatan Muhammad Fawait, legislator Gerindra dan Presiden Laskar Sholawat Nusantara, menjelang pemilihan kepala daerah.
Informasi yang diterima Beritajatim.com dari seorang sumber kuat, Fawait serius mencalonkan diri menjadi bupati Jember. Semangatnya meningkat, setelah survei internal yang dilakukannya menunjukkan elektabilitasnya hanya terpaut tipis dengan Bupati Hendy Siswanto. Bahkan, kekuatan politik di DPRD Jember yang mendukungnya sudah 17 kursi.
Suasana kegiatan salawat Rabu sore itu juga memperkuat indikasi tersebut. Teriakan-teriakan ‘wes wayahe Guys Fawait jadi bupati Jember’ terdengar di sana-sini. Saat ini Fawait masih menjadi legislator DPRD Jawa Timur periode 2019 – 2024.
Ditanya wartawan soal dukungan dari massa salawat, Fawait mengaku senang. “Saya pikir itu doa. Apa pun doa baik saya pasti senang. Tapi soal pilkada nantilah. Setelah pileg dan pilpres selesai, baru kita ngomong pilkada. Sekarang jangan dulu,” katanya tersenyum.
Bagaimana Bupati Hendy Siswanto menanggapi kemungkinan Fawait menjadi kandidat bupati? “Tidak ada masalah. Justru itu hal baik, bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. Mudah-mudahan bermanfaat. Itu semua akan kembali kepada masyarakat yang akan memilih siapa pun yang akan jadi pemimpin,” katanya, Minggu (14/1/2024).
“Pilkada adalah peluang besar bagi siapa pun untuk bisa mengabdikan diri kepada masyarakat. Tidak ada perbedaan, petahana atau siapa pun. Yang penting kita bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hendy.
“Semakin banyak (yang mencalonkan diri jadi bupati) semakin baik. Itu harapan saya, artinya ada perhatian untuk Jember. Semua memperhatijan Jember, itu malah bagus. Kalau semakin sedikit, tidak ada yang daftar (calon bupati), saya sedih. Kalau banyak kan bagus, bisa memberikan bantuan juga kepada masyarakat. Yang diuntungkan masyarakat,” kata Hendy.
Lagi pula, lanjut Hendy, acara di JSG Rabu lalu adalah acara yang dihadiri calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka. “Kita harus hormati. Tiga pasang calon presiden dan wakil presiden kami beri kebebasan untuk memakai fasilitas di Jember. Silakan, itu calon-calon terbaik kita semua,” katanya.
“Kalau kemudian yang membawa (Gibran) di situ adalah Fawait yang akan menjadi calon bupati, tidak ada masalah. Siapa pun yang membawa, venue ini milik semuanya. Kita beri kebebasan, sehingga masyarakat Jember diuntungkan,” kata Hendy.
Hendy sendiri jauh-jauh hari sudah membaca kemungkinan Fawait menjadi kandidat bupati. Sebagai petahana, ia tak ingin menghambat kegiatan politik elektoral apapun, termasuk yang dilakukan Fawait walau pun berpotensi menggerus elektabilitasnya.
“Sepanjang regulasinya boleh, ya boleh-boleh saja. Silakan dipilih. Jember menerima siapapun juga. Di sinilah kami akan tunjukkan netralitas kita. Kita beri peluang sebesar-besarnya, bahwa ini pesta demokrasi yang harus dimaknai senang-senang, tidak ada perseteruan,” kata Hendy. [wir]






