Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) melakukan pengabdian dengan implementasi media pembelajaran interaktif sains berbasis Al-Qur’an terintegrasi augmented reality di SMPN 43 Surabaya. Pengabdian ini sebagai upaya UM meningkatkan literasi Qur’anic natural science siswa.
Ketua tim penelitian, Mochammad Rizal Ramadhan, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk mempermudah pembelajaran sains berbasis Al-Qur’an di jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Tim ini beranggotakan lima orang, yaitu Abdul Basid, S.Th.I, M.Th.I, Ph.D., Dr. Ahmad Sulthoni, M.Pd., M Iqbal Najib Fahmi, Samudra Mutiara Hasanah dan Tsania Khoirunnisa.
Menurut Rizal dengan penerapan teknologi Augmented Reality (AR) pada media, menciptakan pengalaman belajar menarik dan interaktif bagi para siswa. “Diharapkan dengan media pembelajaran ini, siswa akan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang konsep-konsep sains dalam perspektif agama Islam,” ujarnya.
Dalam media ini, siswa dapat menjalani pengalaman visual yang mendalam melalui perangkat elektronik, seperti tablet atau smartphone. Menurut Rizal media ini begitu Interaktif, memikat, dan materi yang bersifat abstrak dapat dijelaskan dengan lebih menarik.
“Hal itu membuat rasa ingin tahu dan minat siswa dalam mempelajari materi semakin tinggi, sekaligus meningkatkan kecintaan mereka terhadap nilai-nilai agama. Tak hanya itu, penggunaan teknologi AR dalam pembelajaran juga membuka peluang bagi pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif,” katanya.
Para pendidik di SMPN 43 dapat lebih mudah mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa dan memastikan bahwa proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan inklusif. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen UM dalam mendukung pendidikan yang berkualitas.
“Diharapkan, melalui media ini, siswa dapat mengembangkan sikap kritis dan merangkul pengetahuan dari perspektif yang holistik,” pungkas Rizal.
BACA JUGA:
UM Surabaya Masuk 5 Besar Kampus Muhammadiyah Terbaik Versi Webometrics 2023
Sementara itu, dalam wawancara terpisah dengan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 43 Surabaya, Ibu Nur Inayah, S.Pd.I mengungkapkan siswa sangat antusias menggunakan media pembelajaran inovatif ini. Penerapan AR dalam pembelajaran sains berbasis Al-Qur’an mempermudah siswa dalam menggali nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan.
“Mereka dapat lebih menghargai dan memahami bagaimana Al-Qur’an memuat banyak konsep ilmiah yang relevan dengan perkembangan zaman. Kami berharap adanya inovasi ini, tingkat literasi Qur’anic Natural Science di SMPN 43 Surabaya dapat meningkat, membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan kritis dan spiritual, serta memperkuat keimanan mereka,” ungkap Ibu Siti. [dan/but]






