Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tengah memverifikasi 25 orang mahasiswa asal Kabupaten Lumajang lainnya yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru. Lima orang sudah menerima bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Memang baru ada lima yang terdata, tapi pendataan terus berjalan dan tidak tertutup kemungkinan akan bertambah jumlahnya,” kata Rektor Universitas Jember Iwan Taruna, sebagaimana dilansir Humas Unej, Kamis (16/12/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Lima mahasiswa itu adalah Devani Ramadhani, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional FISIP; Novia Dwiyanti dari Program Studi Diploma Teknik Elektronika Fakultas Teknik; Nabila Firdausi dari Program Studi Diploma Perpajakan FISIP; Nurhalimah dari Program Studi Pendidikan IPA FKIP; dan Nurul Alfiani, mahasiswi Program Studi Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian.
Devani Ramadhani yang berasal dari Dusun Kebonagung, Desa Sumberwuluh ini kehilangan tujuh kerabatnya yakni paman dan sepupu akibat erupsi gunung Semeru. Mereka adalah penambang pasir. “Rumah kami hanya berjarak sekitar 500-an meter dari aliran lahar dingin yang memang masuk dalam zona merah,” katanya.
Dari tujuh kerabat yang hilang, baru tiga orang yang ditemukan. Bersama empat rekannya, Devani mengungsi di Desa Sumber Mujur dan ikut membantu Posko Sukarelawan Universitas Jember. Ada 25 hingga 30 orang relawan Universitas Jember yang berjaga setiap harinya di sana. Jumlah ini bisa berkurang atau bertambah, karena dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan yang menjadi relawan tetap harus menjalankan tugas utamanya. [wir/suf]






