Ringkasan Berita:
- Universitas Ciputra memastikan mahasiswa tetap dapat menyelesaikan kuliah meski kehilangan orang tua atau penanggung biaya pendidikan.
- Program perlindungan biaya pendidikan dijalankan bersama PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) sejak tahun ajaran 2021/2022.
- Sebanyak 18 mahasiswa telah menerima manfaat dengan total nilai pertanggungan mencapai Rp1,9 miliar.
- Biaya kuliah ditanggung hingga maksimal semester delapan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Ciputra (UC) Surabaya memastikan mahasiswa tetap dapat menyelesaikan pendidikan tinggi meski kehilangan orang tua atau penanggung biaya kuliah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program perlindungan biaya pendidikan yang telah berjalan sejak tahun ajaran 2021/2022 bekerja sama dengan PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life).
Program ini menjadi bagian dari upaya Universitas Ciputra memberikan kepastian bagi mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan studi hingga lulus meskipun keluarga mengalami musibah yang berdampak pada kondisi ekonomi.
Vice Rector for Operations, Technology, and Resources Universitas Ciputra, Michael Herry Tera, mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh terhenti karena kehilangan pencari nafkah dalam keluarga.
“Kehilangan sosok pencari nafkah tentu menjadi pukulan berat. Namun kami percaya, musibah tidak boleh memutus kesempatan mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan hingga lulus,” kata Tera, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, Universitas Ciputra tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang mampu memberikan rasa aman secara finansial bagi mahasiswa.
Melalui program tersebut, kampus berupaya menekan risiko mahasiswa putus kuliah akibat keterbatasan biaya setelah kehilangan orang tua atau wali yang menjadi penanggung pendidikan.
“Melalui program ini, Universitas Ciputra berupaya memastikan keberlanjutan studi mereka tetap terjaga,” ungkapnya.
Hingga saat ini, program perlindungan biaya pendidikan tersebut telah dimanfaatkan oleh 18 mahasiswa aktif. Total nilai pertanggungan yang telah dicairkan mencapai sekitar Rp1,9 miliar.
Mahasiswa yang memenuhi ketentuan cukup melaporkan kondisi keluarganya kepada program studi atau bagian keuangan kampus. Selanjutnya, biaya pendidikan akan ditanggung melalui program asuransi hingga maksimal semester delapan.
President Director Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, menegaskan kolaborasi ini bertujuan memastikan mahasiswa tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi meski menghadapi musibah dalam keluarga.
Menurutnya, kehilangan orang tua tidak boleh menjadi alasan seorang anak menghentikan cita-citanya untuk meraih pendidikan.
“Kehilangan orang tua tidak seharusnya menghentikan kesempatan seorang anak untuk menyelesaikan pendidikan,” jelas Hengky.
Melalui perlindungan biaya pendidikan tersebut, mahasiswa dapat tetap fokus menjalani perkuliahan tanpa terbebani persoalan pembiayaan setelah kehilangan pencari nafkah utama keluarga.
“Kami menghadirkan perlindungan biaya pendidikan agar mahasiswa dapat tetap melanjutkan kuliah hingga lulus meski menghadapi musibah,” tambahnya.
Ke depan, Universitas Ciputra juga akan memperkuat layanan pendampingan melalui Student Welfare Department. Pendampingan ini diharapkan memberikan dukungan yang lebih menyeluruh, baik dari sisi kesejahteraan maupun keberlangsungan studi mahasiswa yang mengalami kondisi darurat.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Ciputra membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga setiap mahasiswa tetap memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan tinggi dan meraih masa depan yang lebih baik. [ipl/beq]






