Ringkasan Berita:
- Pemkab Lumajang mengusulkan pembangunan empat jalur evakuasi Gunung Semeru kepada pemerintah pusat melalui program IJD 2026.
- Jalur yang diusulkan sebagian besar berada di kawasan pertanian dan berfungsi sebagai akses evakuasi saat terjadi bencana.
- Infrastruktur tersebut juga diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat.
- Pemkab Lumajang berharap dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat mitigasi bencana di kawasan rawan erupsi Semeru.
Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengusulkan pembangunan empat jalur evakuasi bencana Gunung Semeru kepada pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026. Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi bencana sekaligus meningkatkan akses ekonomi masyarakat di kawasan rawan erupsi.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan usulan tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah mengingat wilayah Lumajang berada di kawasan lereng Gunung Semeru, gunung api aktif yang masih kerap mengalami erupsi, awan panas guguran, maupun banjir lahar.
Menurutnya, sebagian besar ruas jalan yang diusulkan berada di kawasan pertanian dan memiliki fungsi ganda sebagai jalur evakuasi warga saat terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
“Jadi, kami mengusulkan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah sebanyak empat ruas jalan. Sebagian besar berada di kawasan pertanian. Ruas-ruas ini berfungsi sebagai jalur evakuasi ketika terjadi bencana,” ujar Indah, Jumat (17/7/2026).
Indah menilai keberadaan jalur evakuasi yang memadai menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memberikan akses yang lebih aman dan cepat ketika proses evakuasi harus dilakukan akibat aktivitas Gunung Semeru.
Selain mendukung keselamatan warga, pembangunan jalan juga dinilai memiliki manfaat ekonomi karena menjadi jalur distribusi hasil pertanian yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di kawasan tersebut.
“Selain bisa mendukung keselamatan warga, jalan ini juga menjadi urat nadi yang dipakai untuk distribusi hasil pertanian yang merupakan mata pencaharian utama,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang mengakui pembangunan infrastruktur di wilayah rawan bencana membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, usulan melalui program IJD 2026 diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan empat ruas jalan tersebut.
Menurut Indah, peningkatan kualitas infrastruktur tidak hanya akan memperkuat sistem mitigasi bencana, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Semeru.
“Tentunya infrastruktur yang kuat bisa menjadi bagian penting dari upaya membangun Lumajang yang lebih aman, produktif, dan berketahanan terhadap bencana,” ungkap Indah. [has/beq]






