Ringkasan Berita:
- Universitas Brawijaya dipercaya UNESCO menerjemahkan World Water Development Report 2026 ke Bahasa Indonesia.
- Penunjukan ini menegaskan posisi strategis UB dalam diplomasi global pengelolaan sumber daya air.
- Guest Lecture “Water for All People” menjadi puncak peringatan Hari Hemat Air Sedunia 2026 di UB.
- Kolaborasi internasional ini memperkuat kontribusi Indonesia dalam isu keberlanjutan air dunia.
Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) kembali menegaskan reputasi internasionalnya setelah dipercaya oleh UNESCO untuk menerjemahkan World Water Development Report 2026 ke dalam Bahasa Indonesia, sebuah langkah strategis yang memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan di tingkat global.
Kepercayaan dari UNESCO tersebut menjadi tonggak penting bagi Universitas Brawijaya dalam memperluas kontribusi akademik sekaligus diplomasi ilmiah internasional, khususnya dalam menjawab tantangan krisis air dunia yang semakin kompleks.
Momentum penting ini diperkuat melalui gelaran Guest Lecture bertajuk “Water for All People: Science, Policy, and Inclusive Action” yang berlangsung di Gedung Pandhita Majapahit (Auditorium Brawijaya), Senin (11/5/2026), sebagai puncak peringatan Hari Hemat Air Sedunia 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan pakar, akademisi, dan pemangku kebijakan internasional untuk membahas strategi global terkait pengelolaan air yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis sains.
Rektor Universitas Brawijaya menegaskan bahwa penunjukan UB oleh UNESCO bukan sekadar bentuk pengakuan internasional, melainkan juga tanggung jawab besar dalam menyebarluaskan pengetahuan strategis terkait pengelolaan air kepada masyarakat Indonesia.
Melalui penerjemahan laporan dunia tersebut, Universitas Brawijaya berperan penting dalam memastikan akses informasi global mengenai kebijakan air dapat dipahami lebih luas oleh pemangku kepentingan nasional, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat umum.
World Water Development Report merupakan laporan strategis UNESCO yang menjadi rujukan utama banyak negara dalam menyusun kebijakan pengelolaan sumber daya air, perubahan iklim, ketahanan pangan, serta pembangunan berkelanjutan.
Keterlibatan UB dalam proyek ini menunjukkan kapasitas institusi pendidikan tinggi Indonesia yang semakin diakui dunia dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-6 tentang akses air bersih dan sanitasi.
Selain memperkuat posisi Indonesia dalam diskursus internasional, kolaborasi ini juga membuka peluang besar bagi Universitas Brawijaya untuk memperluas jejaring riset global, memperkuat kapasitas akademik, dan meningkatkan peran strategis dalam kebijakan lingkungan.
Peringatan Hari Hemat Air Sedunia 2026 di Universitas Brawijaya menjadi simbol komitmen kampus dalam mendorong solusi nyata atas tantangan air global melalui pendekatan multidisiplin, kolaborasi internasional, dan aksi inklusif.
Dengan mandat strategis dari UNESCO tersebut, Universitas Brawijaya tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai aktor global dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air bagi generasi masa depan. [dan/beq]






