Jember (beritajatim.com) – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, terakreditasi paripurna. Hanya PMI di sepuluh kabupaten di Jatim yang mendapatkan akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan RI.
“Ini apresiasi luar biasa bagi pengurus, relawan, dan staf PMI Jember, karena baru kali ini kami mendapatkan pengakuan bahwa kinerja kami dianggap paripurna. Ini penghargaan tertinggi PMI di seluruh Indonesia,” kata Ketua PMI Jember M. Thamrin, Senin (2/9/2024).
PMI Jember bekerja keras selama dua bulan untuk melengkapi semua pekerjaan administratif dan teknis. “Terutama proses pembuatan (pengolahan) darah dengan kuantitas dan kualitas yang baik,” kata Thamrin.
Dengan terbitnya akreditasi paripurna, menurut Thamrin, PMI Jember lebih bebas memproduksi darah dengan berbagai macam golongan. Target PMI Jember berikutnya adalah berusaha memperoleh sertifikasi pengolahan plasma darah.
PMI Jember dinilai dari beragam aspek. Ada 321 pertanyaan yang harus dijawab. “Dari seluruh aspek administratif, mulai dari memperoleh darah sejak awal, diproses menggunakan alat dengan keterlibatan semua personel, sampai darah siap ditransfusi kepada orang lain,” kata Thamrin.
Sertifikat akreditasi ini akan membuat PMI semakin dipercaya publik. “Produksi darah dari PMI Jember bisa digunakan untuk seluruh Indonesia. PMI Jember coverage area-nya tujuh kabupaten, yakni Jember, daerah Eks Karesidenan Besuki, Lumajang, Probolinggo kabupaten/kota,” kata Thamrin.
Sejauh ini, stok darah PMI Jember senantiasa tersedia. “Cuma untuk komponen darah tertentu, stoknya kami batasi karena daya simpannya tidak terlalu lama. Misalnya trombosit, kan hanya awet lima hari, kami tidak bisa menyediakan stok banyak. Kalau tidak ada yang meminta biasanya kami buang,” kata Thamrin.
PMI rutin berkeliling Jember untuk mencari pendonor darah. “Kami kemarin menambah blood bank untuk menyimpan darah. Intinya siapapun masyarakat yang meminta darah, kami harus siap menyediakan,” kata Thamrin.
PMI sudah bekerja dengan 13 rumah sakit di Jember. “Kebutuhan setiap bulan adalah 4.000-4.500 kantong darah,” kata Thamrin. [wir]






