Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) resmi memperluas jangkauan akademiknya dengan membuka Program Studi (Prodi) S1 Sains Lingkungan. Langkah ini ditandai dengan terbitnya izin operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui SK Nomor 185/B/O/2026.
Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., mengonfirmasi bahwa prodi baru di bawah naungan Fakultas MIPA tersebut sudah mulai menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026-2027.
“Izin operasional sudah kami terima. Ini adalah kado bagi Unisma untuk terus memberikan kontribusi nyata pada isu-isu ekologi global. Saat ini kami langsung tancap gas melakukan penerimaan mahasiswa baru,” ujar Prof. Junaidi di Ruang Rektor, Rabu (11/3/2026).
Keunikan Kurikulum dan Peluang Langka
Dekan Fakultas MIPA Unisma, Dr. Hasan Zayadi, S.Si, M.Si, menjelaskan bahwa kehadiran Prodi Sains Lingkungan di Unisma memiliki nilai jual yang sangat kompetitif. Pasalnya, prodi ini mengintegrasikan sains murni dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Distingsi atau pembeda kami adalah isu lingkungan dikaitkan dengan kajian Islam Aswaja. Ini menjadi syarat kuat munculnya izin operasional tersebut. Selain itu, di Indonesia baru ada sekitar 23 prodi S1 sejenis, dan untuk wilayah Malang Raya, Unisma menjadi pelopor di tingkat sarjana,” jelas Dr. Hasan.
Pihak fakultas mengaku sangat optimis terhadap antusiasme calon mahasiswa. Apalagi, pembukaan pendaftaran dilakukan sejak gelombang pertama, memberikan waktu yang cukup panjang bagi masyarakat untuk mendaftar.
Pembukaan prodi baru ini bertepatan dengan lonjakan prestasi Unisma di kancah internasional. Berdasarkan data SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026, Unisma berhasil menduduki peringkat 51 nasional dari ribuan perguruan tinggi di Indonesia.
Capaian tersebut menempatkan Unisma sebagai peringkat 1 PTS di Malang Raya dan masuk dalam jajaran 10 besar PTS terbaik se-Indonesia. Penilaian ini didasarkan pada kinerja riset (50%), inovasi (30%), dan dampak sosial (20%).
“Posisi kita bahkan dua level lebih baik dari ‘saudara tua’ (universitas negeri di Malang) yang berada di peringkat 53. Ini membuktikan kualitas riset dan inovasi di Unisma, termasuk prodi baru yang kami buka, memiliki standar yang tinggi,” tambah Prof. Junaidi. (dan/ian)






