Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) mencatatkan prestasi di kancah nasional. Total delapan dosen kampus Nahdlatul Ulama ini berhasil meraih penghargaan dalam ajang Malam Anugerah Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) 2026 yang digelar pada 6 dan 8 Maret 2026.
Capaian ini melengkapi keberhasilan Unisma menembus peringkat 51 besar perguruan tinggi nasional serta penerimaan izin program studi baru. Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menyatakan bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata kualitas sumber daya manusia Unisma yang diakui secara objektif melalui basis data riset nasional.
Tujuh dosen meraih kategori ilmuwan dengan capaian karya ilmiah berpengaruh. Berdasarkan hasil keputusan tim penjurian, dosen-dosen Unisma mendominasi posisi puncak di beberapa kategori utama.
Pada kategori Agroteknologi, Unisma menyabet dua posisi teratas melalui Prof. Dr. Ir. H. Agus Sugianto, S.T., M.P. (Peringkat 1) dan Prof. Novi Arfarita, SP., MP., M.Sc., Ph.D. (Peringkat 2).
Sementara itu, di bidang Ilmu Sosial, Dr. Hayat, S.AP., M.Si., berhasil menduduki posisi pertama.
Prestasi serupa juga diraih oleh Prof. Dr. Nour Athiroh Abdoes Sjakoer, S.Si., M.Kes., yang menempati peringkat pertama pada bidang Ilmu Alam dan Kehidupan. Kategori lainnya yang berhasil diraih adalah, Bidang Teknik, Dr. Ir. Hj. Eko Noerhayati, M.T. (Peringkat 2). Bidang Pendidikan: Dr. Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd. (Peringkat 3). Bidang Kedokteran dan Kesehatan: Dr. Yudi Purnomo, S.Si., Apt., M.Kes. (Peringkat 3).
Sementara itu, satu dosen lainnya meraih kategori cendekiawan ilmu agama dengan capaian karya ilmiah berpengaruh Bidang Fiqh atas nama Dr. Shofiatul Jannah, M.H.I. (Peringkat 3).

Ketua Yayasan Unisma sekaligus peraih Peringkat 1 bidang Agro, Prof. Agus Sugianto, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini dilakukan secara sangat objektif. Panitia menggali data dari 545 nominator melalui rujukan utama aplikasi SINTA (Science and Technology Index).
“Kami sama sekali tidak pernah dihubungi atau diwawancarai sebelumnya. Penilaian ini berbasis fakta dari karya pengabdian, buku, dan penelitian yang terindeks secara digital. Bagi saya, ini adalah kejutan luar biasa, semacam kejutan di malam 21 Ramadan yang saya persembahkan untuk Unisma tercinta,” ujar Prof. Agus yang dikenal spesifik meneliti dunia jamur edible sejak tahun 2000 ini.
Prof. Agus menambahkan bahwa dedikasi ini merupakan sisa-sisa tenaga dari Singa Tua yang ingin terus berguna bagi kemajuan Unisma. Penilaian substantif dalam ajang ini meliputi dampak akademik, kontribusi kepada masyarakat dan umat, reputasi internasional, hingga integritas personal.
Selain prestasi personal para dosen, Rektor Prof. Junaidi juga mengumumkan capaian institusional Unisma dalam pemeringkatan internasional SCIMAGO Institutions Rankings (SIR). Berdasarkan basis data Scopus, Unisma kini bertengger di peringkat 51 PTN-PTS se-Indonesia.
“Dari sekitar 4.600 perguruan tinggi di Indonesia, kita berada pada posisi 51. Di level Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dan PTS se-Malang Raya, Unisma menempati peringkat pertama,” jelas Prof. Junaidi, Rabu (11/3/2026) saat jumpa pers di Ruang Rektor Unisma.
Aspek penilaian SCIMAGO meliputi kinerja riset (50%), inovasi (30%), dan dampak sosial (20%). Posisi ini bahkan menempatkan Unisma dua tingkat di atas universitas besar lainnya di Jawa Timur, atau yang sering disebut sebagai “saudara tua”
Sebagai langkah strategis masa depan, Unisma juga resmi mengantongi izin operasional untuk pembukaan Program Studi (Prodi) Sains Lingkungan di bawah Fakultas MIPA. Izin ini tertuang dalam SK Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi nomor 185/B/O/2025.
“Izin operasional sudah kami terima dan kami akan segera membuka penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026-2027. Setelah ini, kami juga merencanakan pengembangan prodi lain yang berkaitan dengan teknologi digital,” jelas Prof Jun soal Prodi Sains Lingkungan. (dan/ted)






