Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meloloskan 6.509 calon mahasiswa baru pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Ribuan peserta ini menyisihkan puluhan ribu pendaftar lain dari berbagai daerah.
Sebanyak 1.293 orang di antaranya merupakan peserta yang lolos program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Pengumuman resmi ini telah diterbitkan panitia seleksi nasional pada Selasa (31/3/2026).
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa seleksi tahun ini berlangsung kompetitif. Total pendaftar mencapai 53.237 orang yang memperebutkan kursi di kampus tersebut.
“Tahun ini, Unesa mencatat sebanyak 53.237 peserta yang bersaing memperebutkan kursi melalui jalur SNBP, dan hanya 6.509 yang diterima,” ujar Martadi, Rabu (1/4/2026).
Martadi menilai jumlah mahasiswa yang diterima menunjukkan tren stabil dibandingkan tahun lalu. Kenaikan kuota terjadi tipis dari angka sebelumnya yang berada pada posisi 6.262 peserta.
“Angka ini relatif stabil dari jumlah penerimaan tahun lalu di angka 6.262 peserta,” jelasnya.
Kepala Subdirektorat Admisi Unesa, Sukarmin, menginstruksikan peserta yang lolos untuk segera melakukan verifikasi data akademik. Proses registrasi ulang bersifat wajib bagi setiap calon mahasiswa baru sesuai jadwal.
“Mengingat konsekuensi tersebut, kami mengharapkan peserta segera melengkapi persyaratan registrasi sesuai jadwal yang ditetapkan,” tegas Sukarmin.
Sukarmin menekankan sanksi berat bagi peserta yang sengaja tidak melakukan daftar ulang. Mereka akan kehilangan hak mengikuti seleksi masuk PTN mana pun hingga tiga tahun ke depan.
“Peserta yang tidak registrasi ulang tidak dapat mendaftar pada jalur UTBK-SNBT tahun 2026, 2027, dan 2028,” tambahnya.
Bagi pendaftar yang gagal, Unesa masih menyediakan kuota melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pendaftaran tes ini masih terbuka hingga 7 April 2026 mendatang.
“Kami berpesan agar peserta yang belum lulus tidak berkecil hati, tetap semangat, dan segera mempersiapkan diri,” tutup Sukarmin. [ipl/but]






