Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengukuhkan 1.618 wisudawan jenjang ahli madya, sarjana, magister, dan doktor pada Sabtu (18/3/2023). Ke depan, mereka diharapkan mampu menghadapi segala situasi di era ketidakpastian global seperti saat ini.
Rektor Unesa, Prof Nurhasan mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan para wisudwan tersebut agar bisa menjadi lulusan yang unggul, kompetitif, dan adaptif.
“Orang mengatakan di tahun 2023 itu adalah tahun misteri. Kita sudah menyiapkan bagaimana wisudawan kita tangguh dan berani untuk menghadapi situasi ini. Sehingga, mereka nanti diharapkan mampu beradaptasi di era ini,” ujar Cak Hasan.
BACA JUGA:
Unesa Kukuhkan Putri Wapres RI Maruf Amin Sebagai Guru Besar Ilmu Hukum dan Bisnis Halal
Selama menjalani perkuliahan, lanjut Cak Hasan, para lulusan tersebut juga telah dibekali berbagai ilmu pengetahuan, terutama terkait bagaimana menghadapi persoalan-persoalan ketika nantinya mereka terjun di dunia kerja.
“Sebelumnya mereka sudah disiapkan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Sudah 40 SKS, dua puluh di industri dan dua puluh di beberapa lembaga bahkan di desa-desa, sehingga soft skill mereka sudah sangat siap untuk menghadapi segala sesuatu terkait dengan era ketidakpastian ini,” jelas Cak Hasan.
Pada kesempatan ini, Cak Hasan juga menawarkan beasiswa program magister kepada dua wisudawa disabilitas penyandang tuna daksa. Keduanya yakni Kirana Meilana Dwi Nada dari Program Studi (Prodi) S1 Sistem Informasi dan Kusmiandani dari Prodi S1 Teknik Sipil.
BACA JUGA:
Wapres Maruf Amin Resmikan 3 Gedung di Unesa, Termasuk Fakultas Kedokteran
“Tadi kita memberi dua beasiswa khusus pada anak disabilitas. Ini penting, kepedulian dan keberpihakan kita pada anak berkebutuhan khusus itu nanti bisa menjadi role model agar perguruan tinggi lain bisa berbagi untuk saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus itu,” katanya.
Sedangkan Kirana Meilana mengaku bangga dan bahagia atas penawaran beasiswa S2 yang diberikan secara langsung oleh rektor tersebut. Dirinya menyebut jika ke depan akan mengambil dan memanfaatkan penawaran beasiswa tersebut.
“Insya Allah beasiswa diambil. Karena rezeki ya mas. Sebetulnya saya juga mau lanjut ke S2. Tapi nanti masih mau diskusi lagi sama orang tua. Jurusannya mau selaras dengan jurusan sebelumnya komputer sistem informasi. Mungkin antara manajemen, karena ada bisnisnya juga di prodi saya,” tandasnya. [ipl/suf]






