Surabaya (beritajatim.com) – Polusi udara akibat industri tahu di Kecamatan Krian, Sidoarjo, menjadi perhatian serius. Universitas Airlangga (Unair) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kini berkolaborasi untuk mengatasi masalah ini. Kerja sama ditandai dengan diskusi pada Rabu (16/4/2025) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Sidoarjo.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, mengungkapkan tingginya aduan masyarakat terkait polusi udara dari industri tahu yang menggunakan bahan bakar kurang ramah lingkungan seperti plastik dan kayu.
“Untuk itu, kami diskusikan bersama Real Estate Indonesia (REI) dan Unair, bahwa kalau perguruan tinggi itu tidak hanya tentang teori. Tapi, juga perlu ada penerapan, sehingga kalau kita salurkan pada kanal yang tepat akan membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Fenny, ditulis Kamis (17/4/2025).
Data BPS tahun 2023 menunjukkan peningkatan kasus pneumonia di Sidoarjo. Ini mengindikasikan kualitas udara yang buruk. Unair, melalui SDGs Center, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), memberikan solusi.
Dr. R Azizah dari FKM Unair menjelaskan bahwa riset menunjukkan konsentrasi PM2.5 dari industri tahu melebihi baku mutu. Meski begitu, industri tahu tetap bisa berjalan, tapi perlu pendampingan optimal.
“Pabrik tahu harus tetap berlanjut tetapi harus kita dampingi terkait polutan dan gas-gas yang dihasilkan. Kita dampingi bagaimana supaya masyarakat bisa tetap sehat, udara tetap bersih, tetapi pabrik tahu juga tetap berjalan,” jelasnya.
Solusi yang ditawarkan meliputi peningkatan teknologi cerobong asap sesuai standar SNI (hingga 9-10 meter) dan pemasangan sistem filtrasi udara. Pendekatan hexahelix, yang melibatkan akademisi, pemerintah, sektor swasta, masyarakat, NGO, dan media, juga diimplementasikan.
Kerja sama ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 3 (kesehatan), SDGs 11 (kota berkelanjutan), SDGs 12 (produksi bertanggung jawab), SDGs 13 (perubahan iklim), dan SDGs 17 (kemitraan). Unair berkomitmen mendorong transisi industri rumah tangga menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.
Kolaborasi Unair dan Pemkab Sidoarjo ini menandai langkah signifikan dalam mengatasi polusi udara di Sidoarjo. Pendekatan terintegrasi dan berbasis sains ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. [ipl/but]






