Surabaya (beritajatim.com) – Kabar menarik datang dari Surabaya. Seorang remaja berusia 19 tahun bernama Naufal Shafiy Putra Angkasa berhasil meraih gelar sarjana Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Alumnus SMAN 2 Sidoarjo ini menjadi lulusan termuda dari Departemen Teknik Kelautan pada periode wisuda September 2022.
Tidak banyak anak-anak yang dapat menyelesaikan masa studi pada bangku perkuliahan di usia muda. Tentu saja, hal ini menjadi sebuah keistimewaan untuk Syafiy.
Syafiy mengambil program studi S1 Arsitektur Angkatan Laut dan Perkapalan ITS karena tertarik dengan konstruksi kapal. Selain itu, Syafiy mempunyai misi dalam berkontribusi mengembangkan sektor maritim Indonesia yang masih kurang baik dibandingkan dengan negara lain.
Misinya muncul karena melihat laut Indonesia masih tercemar berat oleh sampah plastik yang tidak dapat diolah sehingga merusak ekosistem laut. Dari situlah, Shafiy mengambil topik Tugas Akhir dengan judul ‘Analisis Teknis dan Ekonomis Metode Penyambungan Plastik Daur Ulang’. Metode penelitian yang digunakan Shafiy adalah sistem perekatan dan anyaman plastik untuk kulit lambung kapal.
Walaupun usianya dengan teman-teman terlampau jauh, Syafiy tidak pernah merasa sulit bergaul dan berkomunikasi dengan mereka. Justru Syafiy dapat beradaptasi dan berkomunikasi dengan baik.
Menjadi lulusan termuda, bagi Shafiy bukan sesuatu hal yang mudah. Kadangkala ada beberapa hal yang membuat dia belajar terlebih lagi, dia sering merasa emosinya kurang stabil. Namun, itu merupakan hal yang wajar bagi remaja.
Selama kuliah, Shafiy bersyukur karena adanya dukungan dari keluarga dan teman-teman sehingga dia mampu melewati masalah yang terjadi saat kuliah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”mahasiswa”]
Ketika menjadi mahasiswa, Syafiy tidak sekedar menerima ilmu dari dosennya. Biasanya, setelah mendapatkan materi, dia membaca kembali materi yang diberikan menjadi wawasan baru tentang masa depan.
Syafiy pernah terlibat dalam proyek penelitian Baito Deling. Dalam penelitian itu, dia belajar membuat perahu dengan bambu laminasi. Baginya menjadi mahasiswa seharusnya bukan hanya fokus pada bidang akademik tetapi pengalaman non-akademik.
Oleh karena itu, Syafiy aktif di Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan (HIMATEKPAL) menjadi staf divisi pengembangan sumber daya manusia (PSDM) hingga menjadi ketua divisi PSDM.
Setelah itu pada tahun ketiganya, Syafiy menjadi pemasar digital untuk Baito Deling belajar manajemen proyek. Ilmu dari Baito Deling membuat bermanfaat bagi jenjang karirnya. Prinsip belajar Syafiy tidak mengenal waktu dan usia dan tidak ada kata berhenti dalam mencari ilmu. (PRD/ian)






