Surabaya (beritajatim.com) — Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, bersemangat mengikuti program Kelas Pintar Bersama, sebuah inisiatif edukatif dari Kredit Pintar yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis lokal agar bisa naik kelas di era digital.
Bertempat di QenDi Resto & Garden, Jalan Taman Pinang Indah, Sidoarjo, kegiatan ini menjadi ajang berbagi ilmu, jejaring, dan inspirasi bagi para pelaku UMKM dari berbagai sektor untuk memperkuat daya saing mereka melalui inovasi dan strategi bisnis terkini.
Dengan mengusung tema “UMKM Naik Kelas: Strategi Inovasi untuk Bisnismu”, pelatihan menghadirkan Ermin Susani, pemerhati sekaligus pendamping UMKM Sidoarjo. Dalam sesinya, Ermin menegaskan pentingnya inovasi bukan hanya dalam bentuk produk baru, tetapi juga dalam cara berpikir dan beradaptasi terhadap perubahan.
“UMKM kini menghadapi tantangan besar seperti harga, tren pasar, teknologi, dan keterbatasan modal. Inovasi itu bukan selalu soal menciptakan hal baru, tapi bagaimana membuat hal biasa menjadi luar biasa,” ujar Ermin.
Program Kelas Pintar Bersama merupakan bagian dari komitmen Kredit Pintar, platform pinjaman berbasis teknologi yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memperkuat literasi digital dan finansial masyarakat.
Sejak 2022 hingga Juli 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 3.000 peserta di 40 kota di seluruh Indonesia, dari Pulau Jawa hingga Kalimantan dan Nusa Tenggara.
“Kami ingin membantu masyarakat lebih melek finansial, memahami layanan keuangan digital, dan mengambil keputusan keuangan yang cerdas dan aman,” jelas Puji Sukaryadi, Brand Manager Kredit Pintar.
Kredit Pintar juga memperkenalkan konsep “PinDar” (Pinjaman Daring)yang berbeda dengan pinjaman online (pinjol) konvensional. Menurut Riscky Aditya A, Direktur Kepatuhan Kredit Pintar, layanan PinDar mengacu pada Peraturan OJK No. 40 Tahun 2024, yakni mempertemukan pemberi dan penerima dana melalui sistem elektronik berbasis internet secara aman dan terdaftar resmi.
“Kami bukan sekadar platform pinjaman online. Kredit Pintar menjalankan prinsip keamanan tinggi dengan standar internasional ISO 27001:2022 untuk melindungi data pribadi pengguna,” ujar Riscky.
Selain edukasi, Kredit Pintar menegaskan komitmennya terhadap keamanan data dan transparansi layanan. Platform ini menggunakan sistem keamanan bertingkat serta menerapkan prinsip CAMILAN (camera, microphone, location) secara terbatas sesuai kebutuhan aplikasi.
Hingga akhir 2024, total penyaluran pinjaman Kredit Pintar telah mencapai Rp8,8 triliun, sementara sejak berdiri pada 2017, akumulasi pinjaman yang disalurkan menembus Rp58,1 triliun.
Dengan lebih dari 33,4 juta unduhan dan rating tinggi di Google Play (4,3/5) serta App Store (4,5/5), Kredit Pintar kini menjadi salah satu aplikasi keuangan digital paling dipercaya di Indonesia.
“Lewat Kelas Pintar Bersama, kami ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga mitra edukatif bagi masyarakat dan UMKM Indonesia,” tutup Puji Sukaryadi.[rea]






