Kediri (beritajatim.com) – Umat Hindu di Kota Kediri menjalankan Upacara Melasti menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946/2024. Upacara keagamaan ini digelar di tepi Sungai Brantas.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kediri Ni Made Susilawati mengatakan, Upacara Melasti diadakan setiap tahun sebelum perayaan Nyepi. Upacara tersebut untuk penyucian yang dilaksanakan di Taman Brantas Kediri.
“Kami mengambil tempat di Sungai Brantas. Artinya air yang mengalir toh juga nanti akan ke laut air tersebut. Nah maknanya melasti ini adalah pensucian buana alit artinya buat diri kita manusia, umat manusia dan warna alam pensucian alam semesta,” kta Ni Made Susilawati, pada Sabtu (9/3/2024).
Upacara melasti ini diawali dengan persembahyangan di Pura Penataran Agung Kilisuci, pada pagi hari. Kemudian dilanjutkan dengan Upacara Melasti. Keesokan harinya, pada Minggu (10/2/2024) akan dilaksanakan Tawur Kesanga di depan Museum Airlangga Kediri.
“Alam semesta ini sudah memberi tanda bahwa hidup berdampingan ini bagus. Tentunya kami merasa bangga dan senang atas kejadian ini. Berdampingan. Jadi kami betul-betul melaksanakan nyepi dengan baik, besoknya saudara kami melaksanakan ibadah puasa dengan baik,” kata mantan Anggota DPRD Kota Kediri ini saat ditanya Hari Raya Nyepi tahun ini yang hampir berbarengan dengan puasa Ramadhan.
“Selain itu puluhan umat Hindu juga turut mendoakan Kota Kediri ini beserta isinya. Beserta manusia dan umat seluruh ciptaan tuhan supaya hidup berdampingan, damai, penuh syukur, kerahayuan dan kesejahteraan,” tutupnya. [nm/beq]






