Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi dalam pendidikan dengan meluncurkan modul interaktif berbasis proyek untuk mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Modul ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di sekolah mitra, mendukung kebutuhan pembelajaran anak-anak usia dini.
Ketua Tim Pengembangan Modul, Dr. Ica Purnamasari, M.Pd., menjelaskan bahwa inisiatif ini diambil sebagai respons terhadap tantangan pendidikan anak usia dini yang memerlukan metode belajar yang fleksibel dan terstruktur.
“Pengembangan modul ini bertujuan memberikan referensi praktis agar mahasiswa siap menghadapi tantangan di sekolah mitra. Dengan modul interaktif berbasis proyek, kami ingin menciptakan pengalaman belajar optimal,” ujar Dr. Ica, Selasa (29/10/2024).
Modul interaktif ini mengusung pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang berfokus pada pengembangan kreativitas, kemandirian, dan kemampuan pemecahan masalah. Melalui metode ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang proyek pembelajaran yang tidak hanya menarik tetapi juga bermanfaat bagi anak-anak usia dini, mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka.
Pengembangan modul ini dimulai pada Juni 2024 dan diproyeksikan selesai pada November 2024. Sepanjang periode ini, tim pengembang dari UM yang terdiri dari dosen dan praktisi PAUD mengumpulkan umpan balik dari sekolah mitra guna memastikan relevansi modul dengan kebutuhan pendidikan PAUD di Indonesia.
Dengan dukungan dari Program PPG UM dan pihak-pihak terkait, modul ini diharapkan menjadi sumber acuan penting bagi mahasiswa PPG PAUD serta pendidik lainnya yang ingin mengadopsi metode pembelajaran berbasis proyek. Inisiatif ini juga dipandang sebagai langkah konkret UM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas.
“Kami berharap modul ini menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan efektif, sehingga pendidikan lebih bermakna bagi anak-anak. Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra mampu menciptakan solusi inovatif dalam pendidikan,” tambah Dr. Ica.
UM optimis bahwa melalui pendekatan ini, mahasiswa PPG PAUD akan memperoleh pengalaman praktis yang kaya dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pendidikan anak usia dini. Hal ini diyakini tidak hanya mempersiapkan mereka menjadi pendidik yang kompeten, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam dunia pendidikan Indonesia. [dan/beq]






