Madiun (beritajatim.com) – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menggelar perayaan bertajuk “Seabad A.A. Navis” pada Kamis, 24 Oktober 2024, di Kota Madiun.
Acara yang diadakan di studio drama UKWMS ini dihadiri oleh para guru dan siswa SMA/SMK di Kota Madiun, serta Ketua Forum Mahasiswa NTT Madiun dan Ketua Forum Mahasiswa Aur Kuning Madiun. Kedua forum ini merupakan wadah mahasiswa lintas budaya yang ada di Madiun.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan monolog karya A.A. Navis oleh Putri Bintoro, mahasiswa PBI UKWMS. Setelah itu, Dr. Ardi Wina Saputra, M.Pd., seorang peneliti sastra dari Madiun, menyampaikan orasi budaya. Untuk semakin mendekatkan karya Navis dengan para pengunjung, dua puisi karya Navis dibacakan oleh Lia Siki dan Khristophorus Divinanto, M.Pd.
Selain pertunjukan, pengunjung juga diajak untuk mengapresiasi karya-karya A.A. Navis yang dipamerkan, seperti Kumpulan Cerpen “Robohnya Surau Kami” yang diterbitkan oleh N.V. Nusantara pada tahun 1956. Tak hanya itu, potongan cerita bersambung (cerbung) karya Navis yang pernah dimuat di surat kabar turut dipajang.
Esai-esai Navis yang terangkum dalam buku Alam Terkembang Jadi Guru juga diperkenalkan, menampilkan sisi lain dari Navis sebagai penulis esai budaya yang kritis tentang kebudayaan Minangkabau.
Victoria Aso, ketua pelaksana kegiatan ini, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan menghidupkan semangat A.A. Navis di kalangan generasi muda, khususnya pecinta sastra di Madiun. Ia berharap Navis dapat menjadi inspirasi bagi siswa dan guru di kota tersebut untuk terus berkarya seperti sang sastrawan besar.
Sementara itu, Ketua Program Studi PBI UKWMS, Wenny Wijayanti, M.Pd., menegaskan bahwa pengenalan Navis di Madiun bukan sekadar perayaan simbolis. “Kegiatan ini terkait erat dengan akar kultural dan spasial Navis sebagai sastrawan Minangkabau, serta relevansinya dengan jiwa zaman yang direpresentasikannya,” ujar Wenny.
Dia berharap para siswa, guru, dan mahasiswa di Madiun dapat memahami akar kultural Sejarah Sastra Indonesia serta menjadikan Navis sebagai salah satu tokoh teladan dalam berkarya.
Dengan penyelenggaraan ini, UKWMS berharap dapat meningkatkan kesadaran sastra di kalangan masyarakat Madiun, terutama dalam memahami kontribusi besar A.A. Navis terhadap sastra dan kebudayaan Indonesia. [fiq/but]






