Gresik (beritajatim.com) – Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) mengusulkan ke Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjadi kampus heritage. Usulan ini dilakukan karena kampus B UISI berada di eks silo (menyimpan bahan curah) Pabrik Semen Gresik, atau Semen Indonesia Group (SIG) yang beroperasi sejak tahun 1957.
Rektor UISI Prof Herman Sasongko menuturkan, usulan menjadi kampus heritage disampaikan saat ada kunjungan dari perwakilan Kemenparekraf ke kampus UISI yang menempati eks silo pabrik semen.
“Kami mengusulkan kampus B UISI menjadi destinasi wisata heritage. Pasalnya, potensi mengarah kesitu ada karena bangunan yang ditempati sekarang bernilai sejarah,” tuturnya, Selasa (25/6/2024).
Ia menambahkan, alasan mengembangkan wisata heritage karena keberadaan silo sangat unik dijadikan kampus dan belum pernah ada.
“Kampus B kami selain ada eks silo juga ada hutan kota lama. Kondisinya seperti di negara Jerman bekas perang dunia II dan sampai sekarang struktur bangunannya tetap dipertahankan,” imbuhnya.
Mantan Wakil Rektor ITS itu mengatakan, nantinya silo bekas menyimpan bahan curah semen itu juga dijadikan tempat perpustakaan serta masjid bagi mahasiswa UISI.
“Silo yang kami bangun sekarang terdiri enam lantai segera dimanfaatkan buat belajar dan ibadah,” katanya.
Kendati mengusulkan menjadi kampus heritage, lanjut Herman Sasongko, ada beberapa kendala atau regulasi yang harus diselesaikan. Salah satunya kementrian BUMN tidak bisa melepas asetnya. Ini terkait dengan kerjasama pemakaian (KSP). Dimana, UISI sebagai lembaga pendidikan masih berada di holding SIG.
“Hal itu yang masih menjadi perhatian utama meski sudah pernah masuk Feasibility Study (FS) keputusannnya ada di holding,” pungkasnya. [dny/but]






