Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Batch 1 yang diikuti 120 peserta dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam.
Program berlangsung selama tiga hari hingga 24 Juli 2025, dan menyasar dosen pemula dari kalangan ASN (PNS dan PPPK), dosen tetap non-PNS di PTKN, serta dosen PTKIS. Fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas pedagogik, penelitian, dan publikasi ilmiah.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UINSA, Ali Mustofa menjelaskan bahwa PKDP dirancang sebagai akselerasi awal agar dosen baru mampu menunaikan tridharma perguruan tinggi secara utuh.
“Fokus kami adalah menghasilkan luaran konkret berupa publikasi ilmiah bereputasi dan membangun ekosistem riset yang berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
Materi pembuka disampaikan Kasubdit Ketenagaan Diktis Kementerian Agama, Muhammad Aziz Hakim, yang menyoroti arah kebijakan pengembangan kompetensi dosen, termasuk jenjang karir, integrasi keilmuan PTKI, dan penguatan moderasi beragama.
Sementara itu, Rektor UINSA, Akh. Muzakki menegaskan pentingnya PKDP sebagai fondasi bagi dosen untuk menjadi aktor perubahan. “Mereka harus adaptif dan profesional di tengah perubahan zaman,” tandasnya.
Program ini menjadi langkah awal institusional dalam menjawab kebutuhan peningkatan mutu dosen pemula di era disrupsi teknologi. [ipl/ted]






