Tulungagung (beritajatim.com) – Mahasiswa Biro Sistem Informasi (SI) PSDKU Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Kediri melaksanakan Monitoring dan Visitasi (Monev) Internal pada Selasa (30/9/2025) di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) yang berhasil mengaktifkan kembali Fresh Market berbasis sistem Point of Sales (POS) sebagai bagian dari upaya mendukung ekonomi biru masyarakat pesisir.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Udinus, Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, S.E., M.M., bersama civitas academica Biro Kemahasiswaan (Bima) Udinus. Turut hadir pula Sekretaris Kecamatan Besuki Imam Makrus, S.E., Kepala Desa Keboireng Supirin, Koordinator Kelompok Binaan Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Ketua Bumdes Karya Nyata.
Prof. Kusni mengapresiasi langkah mahasiswa Udinus Kediri yang mampu menghadirkan solusi nyata di masyarakat. “Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dengan mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di kampus untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat. Contohnya mereka berhasil membantu masyarakat Desa Keboireng dalam digitalisasi, pelatihan diversifikasi produk, dan lainnya. Hal ini memberikan kepuasan tersendiri karena program mereka memberikan dampak positif yang signifikan,” ujarnya.
Sekretaris Kecamatan Besuki juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai keberadaan Fresh Market dapat menjadi ikon baru Kampung Nelayan Klatak. “Hasil olahan ikan dari Klatak ini sekaligus menjadi oleh-oleh khas, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat yang lingkungan Kecamatan Besuki,” ungkapnya.
Publikasi Website hingga Pembinaan Warga
Ketua Tim PPK Ormawa Biro SI Udinus Kediri, Dhiky Resandi Wur Handoyono, menjelaskan bahwa selain mengaktifkan Fresh Market, pihaknya juga meluncurkan website resmi klatakkeboireng.com. Website ini berfungsi sebagai media branding dan pemasaran produk nelayan.
“Pencapaian ini tidak hanya memodernisasi proses transaksi, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk memasarkan produk-produk inovatif dari Kelompok Bu Latif (Ibu Nelayan Aktif Kreatif), sehingga menciptakan ekosistem bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.
Kelompok Bu Latif, yang beranggotakan para istri nelayan, telah memproduksi berbagai olahan ikan seperti sambal, stik, dimsum, dan otak-otak. Produk mereka sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan tengah mengurus perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Selain itu, tim mahasiswa juga membina Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bersama BPBD Tulungagung untuk edukasi mitigasi bencana tsunami.
Tak hanya itu, Tim PPK Ormawa Biro Sisfo Udinus juga melatih kelompok E-Klatak dalam digital marketing serta menginisiasi Pos Upaya Keselamatan Kerja (UKK) dengan menggandeng Puskesmas Besole. Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, hingga penanganan pertolongan pertama, sehingga mendukung keselamatan kerja masyarakat pesisir. [nm/ian]






