Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Ciputra Surabaya (UC) meluncurkan pendekatan baru untuk mengedukasi keselamatan berkendara melalui program Safety Driving Education (Sadive) 2025.
Kegiatan hasil kolaborasi Mentoring Department dan Satlantas Polrestabes Surabaya ini dirancang seperti festival interaktif agar lebih mudah diterima Gen Z.
Langkah ini merespon data Korlantas Polri 2024 yang mencatat lebih dari 152 ribu kecelakaan, dengan usia 17–25 tahun sebagai kelompok paling rentan.
Karena itu, Ketua Sadive 2025, Michelle Mercy Phe menilai mahasiswa harus diberi pengalaman langsung, bukan hanya teori. “Banyak kecelakaan terjadi karena ketidaktahuan. Keselamatan itu tanggung jawab bersama,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Kanit Kamsel Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Santa Yulia menyebut metode experiential learning jauh lebih efektif untuk anak muda. “Interaktif dan visual lebih mudah diserap dibanding ceramah,” katanya.
Pameran dua hari bertema “DRIVERSE: Navigating the World of Safety” ini menghadirkan simulasi yang dibuat mirip situasi jalan raya.
Mahasiswa diminta menginvestigasi kecelakaan, mengenali rambu lewat permainan, meluruskan mitos bersama polisi, hingga menghadapi skenario darurat seperti ban bocor dan rem blong. Ada pula simulasi parkir berbasis kerja sama tim yang menguji koordinasi di bawah tekanan.
Benaya Christofer Ferdianato, mahasiswa peserta, mengaku mendapat tamparan refleksi. “Saya sering pakai headset saat bermotor dan itu bikin saya jatuh. Sekarang saya pilih fokus,” ujarnya.
Head of Student Affairs UC, Novi Rosita, menegaskan kegiatan ini wajib untuk mahasiswa angkatan 2025. “Kami ingin budaya keselamatan tumbuh sejak awal, bukan sekadar aturan yang dihafalkan,” katanya. [ipl/ted]






